SportlinkNews - Argentina berhasil melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan perlawanan sengit Swiss dengan skor 3-1. Kendati meraih hasil positif pada laga perempat final di Stadion Kansas City, Minggu (12/7) pagi WIB, pelatih Lionel Scaloni menyebut skuadnya dinaungi keberuntungan besar.
Sebenarnya Argentina memulai laga dengan sangat meyakinkan melalui gol pembuka yang dicetak Alexis Mac Allister pada menit ke-10. Gelandang tersebut sukses mengonversi umpan silang matang dari eksekusi sepak pojok yang diambil Lionel Messi.
Namun, setelah keunggulan cepat tersebut, dominasi permainan justru perlahan diambil alih oleh barisan pemain Swiss yang tampil sangat agresif. Organisasi pertahanan Argentina dipaksa bekerja ekstra keras guna menahan gempuran bergelombang yang datang dari lini serang tim Eropa tersebut.
Baca Juga: Igor Tolic Pimpin Latihan Perdana Persib, Enam Pemain Absen
Memasuki paruh kedua, kepungan spartan para pemain Swiss akhirnya membuahkan hasil manis tepat pada menit ke-67. Penyerang Dan Ndoye sukses menaklukkan penjaga gawang Emiliano Martinez melalui sebuah tembakan akurat dari sudut yang sangat sempit.
"Sejujurnya kami menderita hari ini. Kami tahu mereka adalah tim yang sangat mengandalkan fisik. Saya pikir mereka membuat kami sangat kesulitan," kata Scaloni usai laga, dikutip dari laman FIFA.
Seketika setelah kedudukan imbang, intensitas pertandingan makin meningkat dan membuat lini belakang Argentina berada dalam situasi kritis. Beruntung bagi Argentina, sebuah momentum krusial yang mengubah jalannya laga terjadi ketika pertandingan memasuki menit ke-72.
Baca Juga: Persija Rekrut Jebolan Timnas Kroasia Perkuat Lini Pertahanan untuk Super League 2026/27
Wasit yang memimpin jalannya laga mengusir penyerang Swiss, Breel Embolo, keluar lsetelah menerima kartu kuning kedua. Embolo dinilai melakukan aksi diving saat diadang oleh Leandro Paredes.
Unggul jumlah pemain langsung dimanfaatkan secara optimal skuad Argentina membalikkan kendali permainan. Meski demikian, membongkar barisan pertahanan Swiss yang sudah menggalang formasi rapat bukanlah sebuah perkara yang mudah.
Kebuntuan baru pecah ketika pertandingan memasuki paruh kedua masa perpanjangan waktu, tepatnya menit ke-112. Penyerang Julian Alvarez sukses menyarangkan bola ke dalam jala gawang Swiss guna mengubah papan skor menjadi 2-1.
Baca Juga: Dedikasi Achmad Jufriyanto dari Pemain Persib Kini Jadi Staf Pelatih Igor Tolic
"Sejujurnya keberuntungan berpihak kepada kami hari ini, karena mereka mendapat kartu merah. Dari situ, tim langsung menyerang. Kami harus realistis. Kami memiliki hal-hal yang perlu diperbaiki, tetapi menang selalu baik," ujarnya.
Kemenangan dramatis raksasa Amerika Selatan tersebut akhirnya dikunci oleh gol penutup dari Lautaro Martinez sembilan menit berselang menjelang peluit panjang ditiup. Berkat kontribusi besarnya sepanjang laga, FIFA kemudian menobatkannya sebagai pemain terbaik.