SportlinkNews - Inggris terus melaju di Piala Dunia 2026, tetapi hasil positif ternyata belum cukup membuat pelatih Thomas Tuchel merasa puas.
Meski berhasil menyingkirkan Norwegia 2-1 pada perempat final dan mengamankan tiket ke semifinal, pelatih asal Jerman itu menilai penampilan timnya masih jauh dari standar yang diinginkan.
Bagi Tuchel, kemenangan memang layak disyukuri, tetapi proses di lapangan masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.
Baca Juga: Tim Geypens Wujudkan Mimpi, Siap Rebut Debut di Timnas Indonesia Senior
"Kami membuat segalanya menjadi sangat sulit bagi diri kami sendiri. Hasilnya memang fantastis, tetapi saya tidak puas dengan penampilan tim," ujar Tuchel.
Menurut mantan pelatih Chelsea itu, Inggris terlalu sering kehilangan kendali permainan akibat kesalahan sendiri.
Ia menilai timnya belum mampu menjaga konsistensi, sehingga pertandingan beberapa kali berubah arah dan memberi kesempatan kepada Norwegia untuk bangkit.
Baca Juga: Mauro Cedera, Mitchell Baker Siap Gabung Timnas Indonesia
"Kami mempersulit diri sendiri dengan cara bermain yang ceroboh, banyak kesalahan teknis, tidak cukup cepat, dan tidak cukup konsisten," imbuhnya.
Meski demikian, Tuchel tetap memberikan apresiasi terhadap karakter para pemainnya. Ia melihat skuad Three Lions memiliki mental yang kuat untuk tetap bertahan ketika pertandingan berjalan sulit.
"Saya terkesan dengan usaha, semangat tim, dan keyakinan mereka untuk mengatasi kesulitan," ucapnya.
Baca Juga: Operasi Marco Bezzecchi Lancar, Siap Gaspol Lagi di GP Inggris
Selama turnamen berlangsung, Inggris memang belum selalu tampil dominan.
Beberapa kemenangan diraih setelah melewati laga yang berjalan ketat, namun skuad asuhan Tuchel selalu mampu menemukan cara untuk keluar sebagai pemenang.
Kondisi itulah yang menjadi perhatian sang pelatih. Ia ingin Inggris tidak hanya mengandalkan kualitas individu atau momen-momen penting, tetapi juga mampu mengontrol pertandingan sejak awal hingga akhir.
Baca Juga: Indonesia Kalah di Laga Perdana AVC U-18, Evaluasi Blok Jadi Fokus
Di sisi lain, gelandang Jude Bellingham menilai keberhasilan Inggris tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis. Menurutnya, faktor mental menjadi kunci utama ketika tim menghadapi tekanan dalam pertandingan besar.
"Pertandingan ini memiliki banyak aspek, mulai dari teknis, taktis, hingga yang paling penting adalah psikologis, yaitu bagaimana mengelola kesulitan," kata Bellingham.
Pernyataan tersebut mencerminkan perjalanan Inggris sepanjang Piala Dunia 2026. Saat permainan belum mencapai level terbaik, mereka tetap mampu menjaga ketenangan dan memanfaatkan peluang yang muncul untuk mengunci kemenangan.
Baca Juga: Gakuto Notsuda Tiba di Indonesia, Disambut Hangat Bobotoh di Bandara
Kini tantangan yang lebih besar sudah menanti. Inggris akan menghadapi Argentina pada semifinal, laga yang diprediksi berlangsung jauh lebih berat dibandingkan pertandingan sebelumnya.
Bagi Tuchel, tiket semifinal belum menjadi alasan untuk berpuas diri.
Ia berharap Three Lions mampu meningkatkan kualitas permainan sehingga tidak hanya menang, tetapi juga tampil lebih meyakinkan saat menghadapi salah satu favorit juara tersebut.