internasional

Redam Tekanan, Luis de la Fuente Minta Lamine Yamal Tampil Rileks Lawan Prancis

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:12 WIB
Lamine Yamal pemain muda Spanyol di Piala Dunia 2026. (FIFA)

SportlinkNews - Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, mengambil langkah preventif untuk menjaga kondisi psikologis salah satu pemain muda andalannya, Lamine Yamal. Penyerang sayap berbakat tersebut diminta untuk tampil rileks dan menikmati jalannya pertandingan semifinal Piala Dunia 2026.

Langkah ini diambil guna meredam tingginya ekspektasi publik mengingat laga hidup-mati kontra Prancis dipastikan menguras energi serta emosi. Pertarungan perebutan tiket final tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Rabu (15/7) dini hari WIB.

Momentum pertandingan besar ini juga terasa sangat spesial bagi perjalanan karier personal Yamal di panggung internasional. Tepat pada 13 Juli, pilar Barcelona tersebut baru saja merayakan hari ulang tahunnya.

Baca Juga: Jalani Latihan Perdana, Luka Menalo Mengaku Terkesima dengan Antusiasme Warga Bandung

Artinya, laga sengit antara Prancis melawan Spanyol ini hanya berselang dua hari setelah momentum hari kelahiran pemain yang kini genap menginjak usia 19 tahun itu. Fakta usia yang masih sangat belia membuat De la Fuente enggan memberikan tekanan taktis berlebih kepada Yamal.

De la Fuente justru ingin memastikan anak asuhnya dapat mengeluarkan kemampuan terbaik tanpa dibayangi rasa takut melakukan kesalahan. Pendekatan persuasif ini diharapkan mampu menjaga kreativitas bermain Yamal saat membongkar rapatnya lini pertahanan lawan.

"Dan dia baru berusia 19 tahun. Dia harusnya rileks, menikmati semuanya... Hari besar Lamine di Piala Dunia ini belum tiba. Saya berharap itu besok. Dan jika kami berhasil lolos, di final," kata De la Fuente lalu tertawa seperti dikabarkan oleh AS.

Baca Juga: Balsa Sekulic Mendapatkan Bantuan dalam Beradaptasi di Skuat Persib

Jika menilik data statistik performa sepanjang turnamen, kontribusi Yamal untuk lini serang Spanyol memang dinilai belum mencapai level maksimal. Ia baru menyumbangkan satu gol dan belum memberikan umpan matang atau asis bagi rekan setimnya.

Kendati demikian, minimnya catatan keterlibatan gol Yamal tidak mengurangi agresivitas kolektif dari barisan depan skuad Spanyol secara keseluruhan. Sektor penyerangan La Furia Roja sejauh ini telah tampil sangat produktif dengan menggelontorkan total 11 gol ke gawang lawan.

Nama penyerang Mikel Oyarzabal saat ini muncul sebagai pemain yang paling subur di dalam skuad dengan koleksi empat gol. Catatan positif tersebut membuktikan Spanyol memiliki banyak opsi berbahaya untuk memecah kebuntuan di area kotak penalti musuh.

Baca Juga: Lautan Perahu Dayung Viking Membanjiri Para Pahlawan Norwegia

Selain ketajaman lini depan, kekuatan utama Spanyol pada turnamen edisi ke-23 ini juga terletak pada organisasi lini belakang yang sangat disiplin. Spanyol tercatat baru kebobolan sebanyak satu gol saja.

Statistik impresif tersebut menjadi modal berharga sekaligus pembuktian Spanyol akan menjadi lawan yang sepadan bagi agresivitas Prancis. Skuad Les Bleus datang ke babak semifinal dengan reputasi mengerikan setelah sukses menorehkan total 16 gol.

Halaman:

Tags

Terkini

Empat Skenario Final Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:59 WIB

Jadwal Piala Dunia Hari Ini: Prancis vs Spanyol

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:35 WIB