Namun, hal ini justru memudahkan Spanyol untuk menerapkan gaya permainan penguasaan bola khas mereka.
Prancis tak berdaya melawan gaya permainan berbasis penguasaan bola "La Roja".
Setelah mencetak gol pembuka, Spanyol hampir sepenuhnya mendominasi tempo pertandingan. Umpan cepat dan penguasaan bola yang superior memaksa para pemain Prancis untuk terus mengejar bola.
Baca Juga: Power Rankings Piala Dunia FIFA: Messi Tertinggal dari Mbappe, Ronaldo Dibantu Naik
Tim Didier Deschamps mencoba meningkatkan tempo di sisi sayap, tetapi pertahanan Spanyol yang terorganisir dengan ketat tidak memberi mereka banyak ruang untuk dieksploitasi.
Penguasaan bola "La Roja" yang superior juga mencegah Prancis menciptakan tekanan terus-menerus. Setiap kali mereka merebut bola, tim Spanyol dengan cepat merebut kembali kendali dengan umpan akurat dan pergerakan yang sinkron.
Dalam situasi itu, gol kedua datang sebagai konsekuensi yang tak terhindarkan.
Baca Juga: Kemenpora Pastikan Dukungan Penuh bagi Tim Panjat Tebing Menuju Asian Games dan Olimpiade 2028
Pada menit ke-58, Dani Olmo melakukan umpan satu-dua yang cerdik dengan Pedro Porro. Bek sayap Spanyol itu berlari ke depan, lolos dari pertahanan Prancis sebelum dengan tenang mengalahkan Maignan dalam situasi satu lawan satu untuk menjadikan skor 2-0.
Itu adalah permainan kombinasi yang sempurna yang menunjukkan apa yang telah dilakukan Spanyol dengan baik sepanjang pertandingan: pergerakan cerdas, umpan satu sentuhan cepat, dan penggunaan ruang yang sangat efektif.
Kekalahan dua gol semakin memperburuk keadaan Prancis. Melawan lawan yang dikenal karena penguasaan bola dan kontrol permainan yang sangat baik, peluang "Les Bleus" untuk membalikkan keadaan hampir tidak ada.
Mbappe tampil kurang memuaskan pada hari ketika pertahanan Spanyol tampil lebih baik.
Baca Juga: Alwi Farhan Melaju, Jonatan Christie Tersingkir di Babak Pertama Japan Open 2026
Diharapkan dapat membuat perbedaan dalam pertandingan besar, Kylian Mbappe memberikan salah satu penampilan paling mengecewakannya di Piala Dunia 2026.
Kapten dan striker Prancis itu seringkali kesulitan menguasai bola karena lini tengah benar-benar kalah telak. Setiap kali Mbappe menerima bola, ia dengan cepat dikelilingi oleh para bek Spanyol, membuat kecepatan andalannya menjadi tidak efektif.