Alwi Farhan Melaju, Jonatan Christie Tersingkir di Babak Pertama Japan Open 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 14 Juli 2026 | 22:23 WIB
Tunggal putra muda Indonesia Alwi Farhan sukses melangkah ke babak kedua Japan Open 2026, usai menumbangkan wakil tuan rumah Kenta Nishimoto di Selasa, 14 Juli 2026, di Tokyo.
Tunggal putra muda Indonesia Alwi Farhan sukses melangkah ke babak kedua Japan Open 2026, usai menumbangkan wakil tuan rumah Kenta Nishimoto di Selasa, 14 Juli 2026, di Tokyo.

SportlinkNews - Hasil kontras diraih dua tunggal putra Indonesia pada babak pertama Japan Open 2026 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Selasa, 14 Juli 2026.

Alwi Farhan melangkah mulus ke babak 16 besar, sedangkan Jonatan Christie harus mengakhiri langkahnya lebih awal.

Alwi tampil dominan saat menghadapi wakil tuan rumah, Kenta Nishimoto. Juara Australia Open 2026 itu hanya membutuhkan dua gim untuk mengamankan kemenangan 21-14, 21-11 dan memastikan tiket ke babak kedua.

Baca Juga: Kemenpora Pastikan Dukungan Penuh bagi Tim Panjat Tebing Menuju Asian Games dan Olimpiade 2028

Kemenangan tersebut menjadi awal positif bagi Alwi yang datang ke Tokyo dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih gelar di Australia. Meski begitu, pebulu tangkis berusia muda itu menegaskan dirinya tidak ingin cepat berpuas diri.

"Pertama, pastinya senang bisa kembali ke Jepang lagi. Siapa yang tidak excited bermain di sini? Makanan dan kotanya indah, jadi saya berharap bisa membuat memori yang bagus," ujarnya.

Ia mengaku gelar yang diraih pekan lalu bukan alasan untuk merasa sudah berada di puncak. Baginya, setiap turnamen merupakan kesempatan baru untuk terus berkembang.

Baca Juga: Bersaing dengan Liverpool, Manchester United Bidik Joao Gomes

"Kita semua tahu saya baru juara di Australia. Tapi menjadi juara sekali atau dua kali belum tentu menjadikan saya seorang juara sejati. Setiap turnamen adalah kesempatan baru untuk mencoba dan mengenali diri sendiri," imbuhnya.

Permainan Nishimoto pada laga ini dinilai tidak tampil seperti biasanya. Namun, Alwi mengaku tidak terlalu memikirkan kondisi lawannya dan memilih fokus menjalankan permainannya sendiri sambil memanfaatkan situasi yang terjadi di lapangan.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi dan dirasakan Nishimoto hari ini. Saya hanya memanfaatkan apa yang terjadi di lapangan dan fokus dengan permainan saya," ujarnya.

Baca Juga: TC Tahap Kedua Dimulai 16 Juli, Herdman Siap Pangkas Skuad Garuda

Tantangan lebih berat sudah menanti di babak 16 besar. Alwi dijadwalkan berhadapan dengan unggulan Prancis, Alex Lanier, yang dalam beberapa pertemuan terakhir kerap menyulitkannya.

Meski demikian, Alwi tidak gentar. Ia justru menganggap laga tersebut sebagai kesempatan untuk keluar dari zona nyaman dan meningkatkan kualitas permainannya.

"Tidak masalah bagi saya. Memang pertemuan-pertemuan terakhir sulit, tapi saya harus mengalami banyak hal yang membuat saya tidak nyaman supaya menjadi lebih kuat. Apa pun tantangan di depan, saya akan fight habis-habisan," tegasnya.

Baca Juga: Latihan Pertama Persebaya Bernardo Tavares Langsung Geber Fisik, Taktik dan Teknik Pemain

Sementara itu, nasib berbeda dialami Jonatan Christie. Unggulan keempat tersebut harus mengakui keunggulan pebulu tangkis Thailand, Panitchapon Teeraratsakul, setelah kalah dua gim langsung 16-21, 14-21.

Jonatan menilai perubahan karakter shuttlecock dibanding saat tes lapangan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penampilannya. Bola melaju lebih cepat sehingga memaksanya mengubah pola permainan di tengah pertandingan.

"Kondisi shuttlecock cukup berbeda dari kemarin saat tes lapangan. Hari ini lajunya jauh lebih cepat, jadi saya harus mengubah cara bermain dan strategi, tapi saya belum bisa mengatasinya dengan baik," ucapnya.

Baca Juga: Hadapi Prancis di Semifinal, Spanyol Bertekad Ubah Catatan Sejarah Tujuh Dekade

Peraih medali emas Asian Games 2018 itu mengakui dirinya terlambat beradaptasi, terutama pada gim kedua. Meski sempat meraih beberapa poin beruntun, selisih angka yang sudah terlalu jauh membuatnya kesulitan mengejar.

"Bisa dibilang saya terlambat bereaksi dan beradaptasi, terutama di gim kedua. Sempat dapat beberapa poin beruntun, tapi jaraknya sudah terlalu jauh. Hari ini Panitchapon juga bermain lebih agresif," ujarnya.

Menurut Jonatan, pola permainan lawannya sebenarnya tidak jauh berbeda dibanding saat keduanya bertemu di Indonesia Open.

Baca Juga: Persija Resmi Ikat Gelandang Asal Jepang Kyohei Yoshino Selama Dua Musim

Namun, kondisi shuttlecock yang lebih cepat membuat Panitchapon mampu mengembangkan permainan menyerangnya dengan lebih efektif.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X