SportlinkNews - Situasi kontrak antara bek tengah timnas Indonesia, Mees Hilgers, dan klub Eredivisie Belanda, FC Twente, semakin memanas seiring dengan sengketa hukum sengit yang melibatkan kedua belah pihak. Keduanya kini meminta UEFA untuk turun tangan.
Mirip dengan kondisi di awal musim lalu, hubungan antara bintang lini pertahanan timnas Indonesia ini dan klubnya terus memburuk secara signifikan.
Kebetulan, masalah ini bermula sekitar waktu Mees Hilgers memperoleh kewarganegaraan Indonesia untuk membela timnas Indonesia.
Baca Juga: Tarkam Berujung Keributan, PSSI Minta Polisi Tak Terbitkan Izin Keramaian Tanpa Rekomendasi
Pada musim 2024/25, ia sempat dikritik oleh seorang pakar Belanda karena dianggap mengganggu fokus klub sejak bergabung dengan timnas Indonesia.
Situasi mencapai puncaknya ketika ia melakukan kelalaian dalam menjaga lawan, sehingga membiarkan pemain lawan melewatinya dan mencetak gol.
Akibatnya, bek tengah berusia 26 tahun itu tidak dilibatkan sama sekali sepanjang musim 2025/26.
Baca Juga: Polemik Justin Hubner dengan Netizen Vietnam, PSSI: Itu Hak Pribadi Pemain
Ia benar-benar dicoret dari skuad Twente. Klub Belanda tersebut beralasan bahwa cedera lutut menjadi penyebabnya, namun menurut berbagai sumber, pencoretan tersebut berakar pada konflik antara kedua belah pihak.
Sepanjang musim panas 2026, Mees Hilgers bersikeras menolak untuk hadir dalam sesi latihan Twente.
Klub Belanda itu menegaskan bahwa ia masih terikat kontrak dan karenanya wajib mematuhi aturan tersebut.
Namun, Hilgers tetap pada pendiriannya bahwa kewajibannya terhadap Twente telah berakhir dan ia berstatus sebagai pemain bebas transfer (free agent).
Baca Juga: Arne Slot Masih Enggan Melatih Timnas Belanda, Fokus Melatih Klub
Menurut penjelasan FC Twente, kontrak antara kedua pihak memuat klausul perpanjangan otomatis untuk satu tahun lagi (yang aktif mulai 1 Juli 2026).