SportlinkNews - Membangun tim nasional sepak bola putri tidak cukup hanya dengan mengandalkan pemusatan latihan.
Kompetisi yang berjalan rutin dan berjenjang menjadi bagian penting untuk memastikan pemain muda terus berkembang sebelum mendapatkan kesempatan mengenakan seragam negaranya.
Hal tersebut diungkapkan pelatih Timnas Putri U-16 Malaysia, Fairuz Montana, dan pelatih Timnas Putri U-16 Thailand, Thidarat Wiwasukhu. Keduanya melihat kompetisi domestik memiliki peran besar dalam membentuk pemain sekaligus memperluas pilihan bagi tim nasional.
Baca Juga: Peraturan Baru Liga Primer 2026/27: Bola Tidak Boleh Dilap Pemain Saat Lemparan ke Dalam
Malaysia sendiri telah menyediakan jalur kompetisi mulai dari kelompok usia hingga level senior. Fairuz menyebut terdapat kompetisi putri U-15 dan U-16, kemudian dilanjutkan dengan liga senior yang memiliki jenjang hingga Liga 3.
"Di Malaysia, kami memiliki Liga Putri U-15 dan U-16. Selain itu, kami juga memiliki liga senior. Untuk Liga 2 dan Liga 3 juga ada. Dari sisi pengembangan pemain usia muda, kompetisi di klub-klub Malaysia berjalan dengan baik," kata Fairuz dalam jumpa pers di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat, 21 Agustus.
Menurut Fairuz, keberadaan liga membuat pemain muda memiliki panggung untuk mendapatkan pengalaman pertandingan secara konsisten. Mereka tidak hanya berlatih dalam agenda tim nasional, tetapi juga menghadapi situasi pertandingan yang berbeda ketika memperkuat klub.
Baca Juga: Ezri Konsa ke Arsenal: Satu Lagi 'Monster Duel' Serbabisa yang Selalu Siap Tampil
Pengalaman menangani skuad usia muda dalam Srikandi Merdeka Cup juga menjadi pengalaman baru bagi Fairuz. Sebelumnya, ia lebih sering bekerja bersama tim senior di level klub.
"Ini juga merupakan pengalaman pertama saya menangani tim kelompok usia. Sebelumnya, saya lebih banyak menangani tim senior di level klub. Jadi, menangani tim U-17 menjadi pembelajaran baru bagi saya," ungkapnya.
Dari turnamen tersebut, Fairuz juga melihat masih banyak hal yang dapat dipelajari Malaysia dari negara-negara tetangga. Ia menyoroti perbedaan perjalanan pembinaan antara Indonesia dan Thailand.
Baca Juga: Hamilton Tetap Intens Berlatih di Tengah Kemesraan dengan Kardashian
Menurutnya, Thailand telah membangun sepak bola putri selama sekitar tiga dekade. Sementara Indonesia, kata dia, baru beberapa tahun terakhir mulai membangun fondasi pembinaan secara lebih serius.
"Kalau kita lihat, Indonesia baru sekitar tiga tahun membangun sepak bola putri, sementara Thailand sudah melakukannya selama sekitar 30 tahun. Dari situ, tentu banyak yang bisa kami pelajari," tuturnya.
"Pengalaman ini mungkin bisa saya bawa ke Malaysia sebagai bagian dari upaya mengembangkan sepak bola putri di sana."
Baca Juga: Newcastle United Bakal Bangun Komplek Latihan Kelas Dunia Seluas 260 Hektar
Fairuz berharap Malaysia dan Indonesia bisa mengikuti jejak Thailand serta Filipina yang sudah mampu menembus Piala Dunia.
Menurutnya, turnamen seperti Srikandi Merdeka Cup dapat menjadi ruang penting untuk menemukan pemain-pemain yang sebelumnya belum banyak mendapatkan perhatian.
"Mungkin Srikandi Merdeka Cup ini bisa menjadi salah satu platform untuk mengembangkan pemain, terutama memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda yang sebelumnya belum banyak terlihat agar bisa menunjukkan potensinya," ucapnya.
Baca Juga: Laga Perdana Manchester United, Michael Carrick Bakal Turunkan Benjamin Sesko dan Karl Darlow
Sementara itu, Thailand menunjukkan bagaimana kompetisi domestik dapat menjadi salah satu penopang kekuatan tim nasional. Thidarat mengatakan Thai Women's League memberikan kesempatan kepada pemain untuk mendapatkan jam terbang lebih banyak.
Semakin sering tampil dalam pertandingan kompetitif, pemain dinilai akan memiliki pengalaman yang lebih matang. Pada saat yang sama, tim nasional mempunyai lebih banyak bahan untuk melakukan pemantauan dan seleksi.
"Liga Wanita Thailand memberikan lebih banyak turnamen bagi para pemain untuk berkompetisi. Hal ini memberi mereka pengalaman bertanding yang lebih banyak," ujar Thidarat.
Baca Juga: Chelsea Rilis Nomor Punggung Pemain untuk Liga Primer Musim 2026/27
Bagi Thidarat, kompetisi juga berfungsi seperti etalase bagi pemain yang ingin masuk ke tim nasional. Penampilan konsisten bersama klub membuat talenta-talenta baru lebih mudah terpantau.
"Bagi tim nasional, ini memberikan kami banyak pilihan pemain bertalenta untuk diseleksi. Sangat membantu dalam memantau dan mengembangkan pemain dari kompetisi tersebut untuk masuk ke tim nasional. Itulah salah satu kunci kesuksesan kami," tambahnya.