Sementara itu, kandidat lainnya, Laura Villars mengajukan gugatan dan mengkritik FIA melakukan proses yang dianggap tidak demokratis.
Pengadilan Paris memutuskan pada 3 Desember bahwa persidangan penuh diperlukan; persidangan akan berlangsung pada 16 Februari 2026.
Dalam pernyataan persnya, FIA menyatakan, "Pemilihan dilakukan sesuai dengan statuta FIA melalui proses pemungutan suara yang kuat dan transparan, yang mencerminkan fondasi demokrasi federasi dan suara kolektif keanggotaan globalnya."
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
FIA Tolak Ide Ferrari Soal Pelindung Roda dalam Kondisi Basah Ekstrem
FIA Terapkan Peraturan Baru di Antrean Pitlane F1 Demi Menghindari Masalah
Legenda Hidup WRC Carlos Sainz Sr Ramaikan Pilpres FIA, Begini Sepak Terjangnya
Kandidat Presiden FIA Laura Villars Gugat FIA atas Pemilihan yang Tidak Demokratis