Rifat Sungkar Fokus Tempa El Mayka di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 21:25 WIB
The Legend Continues, pasangan pereli dan navigator, Rifat Sungkar dan putranya El Mayka Sungkar dalam sesi Shakedown Kejurnas Sprint Rally, Jumat, 5 Juni di Sirkuit POJ City, Semarang.
The Legend Continues, pasangan pereli dan navigator, Rifat Sungkar dan putranya El Mayka Sungkar dalam sesi Shakedown Kejurnas Sprint Rally, Jumat, 5 Juni di Sirkuit POJ City, Semarang.

SportlinkNews - Di tengah ketatnya persaingan Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2026, Team RS-Telkomsel 5G membawa misi yang berbeda dari sekadar mengejar kemenangan.

Putaran kedua yang berlangsung di Sirkuit POJ City, Semarang, 6-7 Juni ini menjadi bagian penting dari proses regenerasi yang tengah dijalani Rifat Sungkar bersama putranya, El Mayka Sungkar, melalui program The Legend Continues.

Bagi pasangan ayah dan anak tersebut, setiap kilometer lintasan bukan hanya tentang mencatat waktu tercepat, melainkan juga sarana membangun pengalaman dan fondasi karier jangka panjang bagi Mayka di dunia reli.

Baca Juga: Ukir Rekor Enam Edisi Piala Dunia, Messi, Ronaldo, dan Ochoa Kenakan Atribut Istimewa

Musim lalu, keduanya berhasil meraih kemenangan di POJ City. Namun kali ini fokus mereka bergeser.

Hasil akhir tetap penting, tetapi proses belajar menjadi prioritas utama dalam perjalanan yang dirancang untuk mempersiapkan Mayka menjadi pereli masa depan Indonesia.

Lintasan POJ City sendiri dikenal memiliki karakter cepat dan mengalir.

Baca Juga: AVC Cup-Women 2026: Servis Agresif dan Mental Tangguh Antar Indonesia Tekuk Iran

Trek sepanjang 4,6 kilometer itu dipenuhi rangkaian tikungan beruntun yang menuntut ketepatan membaca lintasan serta komunikasi yang solid antara pereli dan navigator.

Karakter tersebut dinilai ideal untuk mengasah kemampuan Mayka sebagai navigator muda. Rifat mengungkapkan putranya menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dibandingkan musim sebelumnya.

"Mayka menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Saat ini dia sudah mulai dapat berorientasi dan membuat pace note sendiri. itu merupakan kemajuan yang signifikan," kata Rifat.

Baca Juga: Pesan Jojo untuk Atlet Muda: Jangan Takut Kalah

"Dia menjadi lebih sensitif terhadap detail lintasan dan semakin rajin mempelajari catatan."

Menurut pereli yang telah mengoleksi berbagai gelar nasional dan internasional itu, kebiasaan Mayka menulis ulang pace note saat waktu senggang menjadi salah satu indikator positif dalam proses pembelajarannya.

Kemajuan tersebut juga terlihat dari meningkatnya kualitas diskusi teknis yang kini rutin dilakukan menjelang lomba.

Baca Juga: Turnover dan Tembakan Meleset Wembanyama Bawa Knicks Unggul 2-0 di Final NBA

Jika sebelumnya Mayka lebih banyak menerima arahan, kini ia mulai aktif menganalisis karakter lintasan dan memberikan pandangannya sendiri.

"Sekarang Mayka sudah lebih sering saya ajak berdiskusi mengenai tikungan, jarak, dan berbagai aspek teknis lainnya. Dari situ saya melihat tingkat akurasinya semakin baik," tambah Rifat.

Pada putaran kali ini, Team RS-Telkomsel 5G akan bersaing di Kelas R3 yang dikenal memiliki tingkat kompetisi tinggi.

Baca Juga: Jojo Akhirnya Tembus Final Indonesia Open, Gelar Perdana Kian Dekat

Banyaknya peserta dan ketatnya persaingan justru dianggap sebagai kesempatan berharga untuk memperluas wawasan Mayka mengenai dunia reli.

Rifat ingin putranya mulai memahami bahwa reli tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga kemampuan membaca situasi kompetisi dan menyusun strategi menghadapi lawan.

"Saya ingin Mayka mulai memahami peta kompetisi yang ada di kelas kami. Mengenali kompetitor merupakan bagian penting karena nantinya akan berkaitan dengan strategi balap," ujarnya.

Baca Juga: Gagalkan Eksekusi Penalti Oman, Emil Audero Puji Respons Cepat Elkan Baggott

Meski memiliki modal manis berupa kemenangan di lintasan yang sama pada musim lalu, Rifat menegaskan bahwa hasil lomba bukan ukuran utama keberhasilan program The Legend Continues.

Baginya, yang jauh lebih penting adalah perkembangan kemampuan, pengalaman, dan karakter yang dibangun Mayka selama menjalani setiap putaran kejuaraan.

"Saya tidak menjadikan hasil lomba sebagai parameter utama keberhasilan Mayka. Yang paling penting adalah bagaimana dia terus berkembang, belajar dari lingkungan kompetisi, membangun jaringan, dan konsisten menjalani musim balap secara penuh," tuturnya.

Baca Juga: John Herdman Puji Debut Bersejarah Mathew Baker di Timnas Indonesia

Program The Legend Continues yang mendapat dukungan dari Telkomsel 5G ini dirancang sebagai proyek pembinaan jangka panjang hingga 2031.

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X