Kisah Hong Widodo, Legenda Persis Solo yang Bermain Tanpa Bayaran

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Selasa, 27 Mei 2025 | 18:30 WIB
Hong Widodo kenang masa kejayaannya di Persis Solo era 1960-an, bermain tanpa bayaran demi kecintaan pada klub dan kota asalnya. (X.COM/PERSIS_EN)
Hong Widodo kenang masa kejayaannya di Persis Solo era 1960-an, bermain tanpa bayaran demi kecintaan pada klub dan kota asalnya. (X.COM/PERSIS_EN)

"Paling satu atau dua, itu pun biasanya mahasiswa. Selebihnya ya orang Solo dan sekitarnya,” tambahnya.

Baca Juga: Kakang dan Malik Menuju ASEAN All Stars

Meskipun tidak digaji, para pemain tetap mendapat uang saku seadanya.

Sementara kebutuhan transportasi dan akomodasi saat bermain di luar kota ditanggung oleh klub.

Hal ini mencerminkan semangat dan dedikasi tinggi para pemain masa itu terhadap klub yang mereka bela.

Baca Juga: Usai Marko Simic Hengkang, Persija Ditinggal Tujuh Pemain Lainnya

Karier sepak bola Hong Widodo bermula sejak SMP.

Saat itu, seorang guru yang juga mantan pemain Persis Solo melihat bakatnya dan mengajak Hong bergabung ke sebuah klub.

Dari sanalah minatnya terhadap sepak bola tumbuh.

Hong Widodo (kanan) saat masih membela Persis Solo. (X.COM/PERSIS_EN)

Baca Juga: Gerak Cepat Persija, Tunjuk Mauricio Souza Jadi Pelatih Macan Kemayoran

Ia juga terinspirasi dari banyak pemain keturunan Tionghoa yang aktif bermain bola di Solo pada masa itu.

“Saya lihat dulu banyak pemain Chinese yang bagus-bagus."

"Kok bisa ya mereka main bola? Jadi saya makin tertarik,” tuturnya.

Baca Juga: Shai Gilgeous-Alexander Jawab Kritikan, Lewati MJ dalam Rekor 30+ Poin

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: Tribun Solo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X