Kisah Hong Widodo, Legenda Persis Solo yang Bermain Tanpa Bayaran

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Selasa, 27 Mei 2025 | 18:30 WIB
Hong Widodo kenang masa kejayaannya di Persis Solo era 1960-an, bermain tanpa bayaran demi kecintaan pada klub dan kota asalnya. (X.COM/PERSIS_EN)
Hong Widodo kenang masa kejayaannya di Persis Solo era 1960-an, bermain tanpa bayaran demi kecintaan pada klub dan kota asalnya. (X.COM/PERSIS_EN)

Hong mengakui, zaman dulu belum ada pembinaan usia dini seperti Sekolah Sepak Bola (SSB) yang kini menjamur.

Ia baru mulai bermain secara serius saat duduk di bangku SMP, usia yang dianggap terlambat untuk memulai karier sepak bola.

“Dulu SSB belum ada. Jadi saya mulai telat, usia 16 baru main bola,” kata Hong.

Baca Juga: Toyota Gazoo Racing Indonesia Kini Diperkuat GR Yaris Rally2 Pertama di Asia

Proses rekrutmen pemain ke Persis Solo dilakukan melalui pemantauan langsung di berbagai kompetisi lokal.

Talent scouting menjadi kunci untuk mencari pemain-pemain potensial.

Hong sendiri saat itu bergabung dengan klub AWM sebelum akhirnya dipanggil memperkuat Persis.

Baca Juga: Selangkah Lagi ke Final NBA, Shai dan Jalen Bawa OKC Thunder Menang Dramatis di Gim 4

“Kalau orang Chinese biasanya main di TNH, tapi saya tidak karena lingkungan saya di Keprabon,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: Tribun Solo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X