Minimnya Peran Pelatih Lokal di Liga 1 dan Timnas Indonesia, Cermin Krisis Regenerasi

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Selasa, 17 Juni 2025 | 20:00 WIB
Liga 1 2025-2026 tanpa pelatih lokal, dan Patrick Kluivert tak melibatkan asisten lokal di timnas. Situasi ini tunjukkan krisis regenerasi. (PSSI)
Liga 1 2025-2026 tanpa pelatih lokal, dan Patrick Kluivert tak melibatkan asisten lokal di timnas. Situasi ini tunjukkan krisis regenerasi. (PSSI)

SportlinkNews - Sepak bola Indonesia kembali dihadapkan pada kenyataan pahit.

Di tengah euforia keberhasilan timnas Indonesia melaju ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, ada pekerjaan rumah besar yang belum tersentuh: keberadaan pelatih lokal, baik di level klub Liga 1 maupun tim nasional.

Liga 1 musim 2025-2026 tercatat tanpa kehadiran pelatih kepala lokal.

Baca Juga: Denny Landzaat Tolak Pinangan Ajax, Pilih Tetap Dampingi Timnas Indonesia

Pada akhir kompetisi musim sebelumnya, hanya tiga nama pelatih domestik yang masih aktif, dua di antaranya bahkan hanya berstatus caretaker.

Dua pelatih tersebut adalah Muhammad Ridwan yang sempat menangani PSIS Semarang sebelum klubnya terdegradasi, serta Ricky Nelson yang menjadi pelatih sementara di Persija Jakarta dan kini kembali ke posisi asisten.

Satu-satunya pelatih lokal tetap, Imran Nahumarury, harus angkat kaki setelah dinyatakan melakukan pelanggaran berat oleh manajemen Malut United, meski ia sukses membawa tim finis di posisi tiga besar Liga 1 musim 2024-2025.

Baca Juga: Bojan Hodak Legowo Luizinho Passos Bergabung ke Bhayangkara Presisi Lampung FC Menjelang Liga 1 2025/26

Malut United memang menyatakan akan menunjuk pelatih lokal sebagai pengganti Imran.

Namun, hingga kini belum ada nama lokal yang dianggap mumpuni.

Nama-nama pelatih lokal senior seperti Rahmad Darmawan, Aji Santoso, dan Widodo C Putro sudah tak lagi berada di jajaran elite Liga 1.

Baca Juga: Mariano Peralta Tetap Bertahan di Borneo FC Samarinda, Torehkan Catatan Positif di Klasemen Akhir Liga 1 2024/25

Rahmad mengundurkan diri dari Barito Putera dalam kondisi tim terpuruk, sementara Aji dan Widodo kini hanya berkiprah di Liga 2.

Situasi ini berimbas pada komposisi staf kepelatihan tim nasional Indonesia.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: Berbagai Sumber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X