SportlinkNews - Semua orang tahu tentang "Tangan Tuhan" dan "Gol Abad Ini,". Dua momen hebat itu diciptakan oleh Diego Maradona di Piala Dunia 1986. Namun, tidak semua orang tahu cerita di baliknya.
Meninggalkan para pemain Inggris yang berteriak kepada wasit, Diego Maradona berlari menuju tribun dan merayakan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Ini adalah trik Si Anak Emas. Dia mencoba menciptakan perayaan yang berlebihan untuk menghilangkan keraguan apa pun.
Baca Juga: Banyak Kesalahan Sendiri, Leo/Daniel Tersingkir di Indonesia Open 2026
Pada menit ke-51, setelah melewati beberapa pemain Inggris, Maradona mengoper bola kepada Jorge Burruchaga dan melanjutkan larinya. Steve Hodge mencoba melakukan tendangan salto, tetapi tanpa sengaja bola langsung menuju ke Maradona.
Yang terjadi selanjutnya adalah bola melesat melewati tangan kiper Peter Shilton yang terulur dan perlahan bergulir masuk ke gawang.
Sungguh luar biasa bahwa pemain sependek Maradona bisa mengalahkan Shilton. Tentu saja, ada trik lain yang terlibat. Maradona menggunakan tangan kirinya dan meninju bola menjauh. Hanya rekan setimnya, Jorge Valdano, yang mengetahuinya.
Baca Juga: Timnas U-19 dan Magnet Garuda Muda, Rating AFF U-19 2026 Tembus Angka Fantastis
“Saya sering mengambil tendangan sudut saat latihan dan Maradona berkali-kali memasukkan bola ke gawang,” kenang mantan striker Argentina itu. “Banyak orang akan berkata, ‘Bagaimana mungkin dia melakukan itu?’ Yang lain akan berkata, ‘Apakah dia hanya memamerkan matanya? Tidakkah kau lihat dia menggunakan tangannya?’”
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Maradona bersedia mengulangi trik ini dalam pertandingan Piala Dunia.
Namun, selebrasi Maradona agak gegabah. Dia terus mengangkat lengan kirinya ke arah penonton, memaksa Valdano untuk memberi isyarat, untuk berjaga-jaga jika wasit memperhatikan.
Maradona segera mengerti, mendesak rekan-rekan setimnya untuk kembali ke posisi mereka agar pertandingan dapat dilanjutkan.
Baca Juga: Bidik Kuatrik Juara PON, Jawa Barat Perkuat Pembinaan Atlet Muda
Ketika pertandingan berakhir, yang berarti tidak ada yang bisa mengubah hasilnya, Maradona dengan percaya diri mengangkat tangannya lagi.
"Ini adalah tangan Tuhan," katanya. Bertahun-tahun kemudian, dia berkata: "Hanya bercanda, itu tangan saya. Itu adalah kesempatan emas, tetapi kepala saya tidak bisa menjangkaunya, jadi hal terbaik yang harus dilakukan adalah menggunakan tangan saya."
Artikel Terkait
Piala Dunia 1982: Paolo Rossi, Pahlawan yang Mengubah Jalannya Sejarah
Aturan Baru Piala Dunia 2026 Menimbulkan Masalah, Pemain Harus Perhatikan Ini
16 Pemain Barcelona Tampil di Piala Dunia FIFA 2026, Lima Pemain Jalani Debut
Timnas U-19 dan Magnet Garuda Muda, Rating AFF U-19 2026 Tembus Angka Fantastis
Anggaran Menyusut, Kemenpora Tetap Patok Empat Emas di Asian Games 2026
Budiana Bongkar Rahasia Hat-trick Juara Umum PON Jawa Barat