SportlinkNews - Dominasi Jawa Barat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dalam tiga edisi terakhir bukanlah hasil yang datang secara instan.
Di balik keberhasilan meraih hat-trick juara umum pada PON 2016, 2021, dan 2024, terdapat fondasi pembinaan jangka panjang yang dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun.
Ketua KONI Jawa Barat, Muhammad Budiana, menilai keberhasilan tersebut tidak bisa dilepaskan dari sistem pembinaan prestasi yang berjalan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Marselino Ferdinan Kian Siap, Herdman Buka Peluang Starter Lawan Oman.
Menurutnya, kesinambungan program menjadi faktor utama yang menjaga kualitas atlet Jawa Barat tetap kompetitif di berbagai cabang olahraga.
Budiana mengungkapkan, keberhasilan tersebut juga lahir dari dukungan berbagai pihak.
"Mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, DPRD Jawa Barat, hingga masyarakat yang terus memberikan kepercayaan kepada atlet dan pelatih," imbuhnya.
Baca Juga: Demi Kepercayaan Publik, Timnas Indonesia Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
"Saya bersyukur bisa terlibat dalam tiga PON terakhir saat Jawa Barat menjadi juara umum. Kunci utamanya adalah pembinaan prestasi yang dilakukan secara berkelanjutan," ujar Budiana dalam SportlinkNews Podcast beberapa waktu lalu.
Menurutnya, dukungan yang luas tersebut menciptakan atmosfer positif yang mendorong atlet untuk terus berkembang dan mempertahankan tradisi prestasi.
Namun, Budiana menegaskan bahwa keberhasilan Jawa Barat tidak hanya bertumpu pada program pembinaan atau dukungan anggaran. Ia menilai kekuatan terbesar yang dimiliki Jawa Barat justru berada pada karakter dan mentalitas para atletnya.
Baca Juga: John Herdman Ungkap Alasan Mees Hilgers Ikut Latihan Timnas Indonesia
Ia menggambarkan atlet-atlet Jawa Barat memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi untuk menjaga nama daerah.
Mental pantang menyerah tersebut, menurutnya, menjadi modal penting ketika menghadapi tekanan dan persaingan ketat di arena pertandingan.
Selain faktor atlet, peran pelatih juga dinilai sangat menentukan.
Baca Juga: Anggaran Menyusut, Kemenpora Tetap Patok Empat Emas di Asian Games 2026
Kesabaran, ketelatenan, dan komitmen para pelatih dalam membina atlet menjadi bagian penting dari keberhasilan Jawa Barat mempertahankan posisi sebagai kekuatan utama olahraga nasional.
Budiana menambahkan, keberhasilan meraih tiga gelar juara umum secara beruntun juga tidak terlepas dari soliditas seluruh elemen olahraga di Jawa Barat.
Mulai dari pengurus KONI, cabang olahraga, hingga KONI kabupaten dan kota dinilai memiliki tujuan yang sama dalam membangun prestasi.
Baca Juga: Jonatan Christie Bidik Gelar Indonesia Open 2026, Awali Langkah dengan Kemenangan
"Prestasi besar tidak mungkin diraih tanpa kebersamaan, solidaritas, dan komitmen yang kuat dari semua pihak," katanya.
Meski demikian, Budiana mengingatkan bahwa dominasi Jawa Barat bukan sesuatu yang akan bertahan dengan sendirinya.
Menjelang PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, ia menilai ancaman terbesar justru bisa datang dari internal Jawa Barat sendiri.
Baca Juga: Indonesia Open 2026: Ana/Trias Perpanjang Dominasi atas Pasangan India, Rachel/Febi Ikut Melaju
Menurutnya, apabila atlet, pelatih, dan seluruh pemangku kepentingan kehilangan semangat juang serta rasa lapar akan prestasi, maka peluang mempertahankan gelar juara umum bisa terancam.
Karena itu, ia terus mendorong seluruh insan olahraga Jawa Barat untuk menjadikan setiap tantangan sebagai motivasi untuk berkembang.
Budiana optimistis mental kuat yang selama ini menjadi ciri khas atlet Jawa Barat akan kembali menjadi modal utama dalam upaya memburu gelar juara umum keempat secara beruntun pada PON 2028.
Artikel Terkait
KONI Jawa Barat Gandeng Tsinghua University Cina untuk Pembinaan Atlet dengan Pendekatan Sport Science
KONI Jabar Gelar POPDA, Pemprov Ucapkan Terima Kasih
Buka Rakornas KONI, Menpora Tegaskan Bersama KONI sebagai Satu Keluarga Besar Olahraga Indonesia
KONI Bentuk Intelijen Olahraga, Tambah Format Baru PON
PP 46/2024 Tuai Tafsir Berbeda, KONI Pastikan Badan Fungsional Tetap Diakui