“Tawaran bermain itu ada, bahkan setelah dari Persik juga ada beberapa klub yang menghubungi.”
Baca Juga: Rahmat Arjuna Kembali Perkuat Timnas U23 Indonesia, Siap Buktikan Diri
Meski begitu, Evan lebih memilih untuk melanjutkan aktivitasnya di dunia sepak bola akar rumput.
Baginya, kembali ke SSB Saraswati sebagai pelatih merupakan pengalaman yang berbeda namun menyenangkan.
“Dulu datang ke sini sebagai pemain, sekarang sebagai pelatih. Rasanya beda, tapi sangat menyenangkan,” ungkapnya.
Baca Juga: Botafogo Kalahkan PSG, Buka Peluang Besar Lolos 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025
Pilihan Evan untuk melatih SSB sekaligus menjadi cermin tentang dinamika karier pemain muda di Indonesia.
Ia adalah salah satu contoh dari banyak pemain yang bersinar di usia muda, namun kemudian tidak mencapai potensi maksimalnya di level profesional.
Fenomena ini seharusnya menjadi bahan introspeksi bagi para pemangku kepentingan sepak bola nasional, terutama PSSI.
Baca Juga: Karateker KONI Jambi Gelar Rakor Bahas Persiapan Musorprovlub
Pengelolaan karier pemain muda, dukungan jangka panjang, serta pengembangan mental juara harus menjadi bagian integral dari pembinaan usia dini.
Tak cukup hanya mencetak bintang muda, tetapi perlu sistem yang menopang keberlanjutan karier mereka.
Artikel Terkait
Piala Dunia Antarklub: Gol Indah Tendangan Bebas Messi Membuatnya Meraih Ballon d'Or Ke-9
Penampakan Seragam Aneh Real Madrid di Piala Dunia Antarklub
Dihukum karena Kemplang Pajak, Messi Menegaskan Hanya Tahu Cara Bermain Sepak Bola, Tidak Tahu Apa-apa Lagi
Serena Williams Menampilkan Foto Tubuh yang Luar Biasa di Cryotherapy
Shin Tae-yong Ditolak Penggemar, China Resmi Umumkan Pirlo sebagai Pelatih Timnas