SportlinkNews - Dua ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum dan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari dinilai belum bisa bersaing di turnamen Super 500.
Hal itu berdasarkan hasil evaluasi performa, keduanya dinilai belum mencapai target di level tersebut.
Khusus untuk Apriyani/Febi, pasangan ini baru melakoni empat turnamen bersama. Mereka mencatat hasil 16 besar di Taipei Open, 32 besar Thailand Open, semifinal Malaysia Masters, dan kembali tersingkir di babak 16 besar Indonesia Open.
Baca Juga: Kick-Off Liga 1 2025/26 Mundur, Tanggal Resmi Menunggu Hasil RUPS
Hasil tersebut dinilai belum cukup kuat untuk bersaing di level Super 500 ke atas.
Greysia Polii, mantan partner Apriyani yang kini menjabat sebagai Tim Ketua Umum untuk Percepatan Prestasi (TKUPP) PBSI, mengatakan bahwa perlu ada percepatan bagaimana para pemain ini bisa saling klik dalam waktu singkat.
"Mereka, pelatih dan pemain hampir setiap hari bertemu di lapangan bisa hampir 10 jam. Jadi seharusnya secara chemistry harus bisa cepat terbentuk, mereka harus bisa menemukan cara percepatannya bagaimana biar bisa saling klik," ujarnya beberapa waktu lalu di Kantor NOC Indonesia, FX Senayan, Jakarta.
Baca Juga: Dirut LIB: PSBS Biak Dilarang Berkandang di Bandung untuk Liga 1 Musim 2025/26
Masalah selisih usia yang cukup jauh, terutama untuk Apriyani dan Febi, Greysia menilai seharusnya tidak jadi masalah, meskipun memang dilihatkan jadi tantangan untuk membentuk sinergi dalam duet.
"Ganda itu unik, karena kita menyatukan dua kepala dalam satu visi. Jadi bukan soal usia, tapi bagaimana percepatan dalam menyamakan mindset dan keinginan di lapangan," tegasnya.
Greysia berharap proses kolaborasi antar pasangan dan pelatih ini bisa segera membuahkan hasil konkret. Ia juga memberi masukan penting kepada pasangan baru agar tidak hanya fokus pada intensitas latihan, tetapi juga kecepatan adaptasi dalam kerja sama.
Baca Juga: Jersey Kandang Barcelona 2025-2026 Resmi Rilis, Hadirkan Desain Dinamis Bernuansa Tradisional
"Secepat apa kita bisa kolaborasi, itu yang penting. Saya dukung penuh semua pasangan baru, bukan hanya Apri dan Febi, tapi seluruh pemain yang sedang berproses," tukasnya.
Greysia memberikan sedikit bocoran, bahwa saat ini ada perombakan besar di sektor ganda putri pelatnas PBSI, baik untuk pemain maupun pelatih.
Adanya perombakan itu memberikan sinyal bahwa pembentukan kekuatan ganda putri (evaluasi) masih berlanjut.
Baca Juga: Mauricio Souza Hadapi Tekanan Kuat dari The Jakmania untuk Meraih Gelar Juara Liga 1
"Ya, harapannya dengan memberikan waktu untuk melakukan pembenahan lebih dalam, sektor ini ke depannya bisa kembali tampil lebih baik di turnamen level atas, dengan performa yang lebih solid dan siap kembali bersaing di panggung dunia," tambah peraih emas ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 itu.
Artikel Terkait
Tiga Ganda Putri Indonesia Kompak ke Perempat Final, Fadia Sempat Mendapatkan Perawatan
Indonesia Open 2025: Indonesia Kirimkan Wakil Terbanyak di Ganda Putri dan Campuran
Ganda Putri Korea Puji Duet Apriyani/Febi Usai Laga Sengit di Indonesia Open 2025
Indonesia Open 2025: Ganda Putri Hanya Tersisa Febriana/Amallia
Kurang Maksimal Bermain Rangkap, Fadia Fokus ke Ganda Putri, Dejan Dapat Pasangan Baru