Mauricio mengakui membangun chemistry tim tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Baca Juga: Kemenangan Menghampiri Genoa, Sassuolo, Lecce, dan Empoli di Babak Pertama Coppa Italia
Meski begitu, ia optimistis proses adaptasi akan berjalan lancar karena pemain lama maupun baru sama-sama menunjukkan sikap terbuka.
“Kami sedang membangun kerjasama tim. Pemain-pemain baru diterima dengan sangat baik oleh pemain lama."
"Kami tahu membangun chemistry butuh waktu, tapi saya yakin semua pemain cerdas dan tahu posisi masing-masing saat bermain,” jelasnya.
Baca Juga: Penghormatan untuk Diogo Jota dan Andre Silva di Laga Liverpool vs Bournemouth
Chemistry yang mulai terbentuk dibuktikan pada laga perdana Super League 2025-2026.
Persija berhasil meraih kemenangan telak 4-0 atas Persita Tangerang di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (10/8/2025).
Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi Macan Kemayoran untuk menatap pertandingan-pertandingan berikutnya.
Baca Juga: Kemenangan Liverpool Ternoda, Aksi Pelecehan Rasis Dialami Semenyo di Anfield
Musim panjang tentu menjadi tantangan tersendiri, namun Mauricio tetap menegaskan target utama Persija adalah meraih gelar juara.
Ia menilai sikap rendah hati, kerja sama, dan rasa saling percaya menjadi fondasi utama bagi perjalanan tim sepanjang kompetisi.
Setelah kemenangan meyakinkan di laga pembuka, Persija akan menghadapi Persis Solo pada pekan kedua Super League 2025-2026.
Baca Juga: Debut Hugo Ekitike di Liga Primer: Cetak Gol dan Assist yang Bikin Liverpool Unggul
Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/8/2025).
Artikel Terkait
Kiromal Katibin Puncaki Peringkat Dunia IFSC Nomor Speed Putra
NOC Indonesia Gelar OMIA 2025, Ajak Masyarakat Rasakan Energi Olimpiade
Miliano Jonathans Masuk Proses Naturalisasi, Disiapkan Tampil di Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kalah 0-3 dari Thailand, Timnas Voli Putri U21 Indonesia Gagal Amankan Peringkat Delapan Dunia
David Beckham Hidupkan Kembali Warna Ikonik di Adidas Predator Elite "Beam Pink" yang Sarat Sejarah