Usai Drama Manahan, Tomas Trucha Terpilih Kembali Jadi Pelatih Terbaik Pekan ke-14 Super League 2025/26

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Selasa, 2 Desember 2025 | 16:34 WIB
Pelatih kepala PSM Makassar Tomas Trucha (@psm_makassar)
Pelatih kepala PSM Makassar Tomas Trucha (@psm_makassar)

SportlinkNews - Kemenangan dramatis PSM Makassar atas Persis Solo dengan skor 4-3 memang menjadi salsh satu laga yang menarik sepanjang pekan ke-14 Super League 2025/26.

Sempat tertinggal 2-0 namun PSM bisa menyamakan skor dan bahkan memimpin meski kemudian disamakan lagi, 3-3. Namun Dewi Fortuna lebih berpihak kepada PSM.

Di menit-menit terakhir, Pasukan Ramang berhasil menambah keunggulan dan memenangkan pertandingan yang digelar di Stadion Manahan, Sabtu, 29 November 2025.

Baca Juga: Van Gastel Puji Performa Kiper Ketiga PSIM Meski Dua Kali Kebobolan di Laga Melawan Persija

Keberhasilan PSM tidak terlepas dari sentuhan tangan dingin pelatih baru mereka, Tomas Trucha yang baru bergabung di awal November lalu.

Berkat kemenangan atas Persis Solo, Tomas Trucha pun kembali terpilih sebagai pelatih terbaik Super League 2025/26 di pekan ke-14.

Ini adalah kali kedua Tomas didapuk sebagai pelatih terbaik. Sebelumya di pekan ke-13, pelatih berpaspor Republik Ceko itu juga dinobatkan sebagai pelatih terbaik.

Baca Juga: Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Bikin Skuat Persik Buka Lelang Amal Jersey Pemain

Tomas yang menjalani debut di sepak bola Indonesia ini memang cukup menyita perhatian pencinta sepak bola nasional. Tomas tiba di PSM Makassar menggantikan Bernardo Tavares yang mengundurkan diri.

Tomas datang di saat yang tepat. Pasukan Ramang di awal November dalam periode sulit, bahkan sempat terjun bebas ke zona degradasi. Masuknya Tomas langsung membawa perubahan. Bahkan sampai gaya bermain.

Tim Ayam Jantan dari Timur selama tiga musim terakhir bermain dengan mengusung pola counter attack, mengabaikan penguasaan bola.

Baca Juga: Menang di Pamekasan Bikin Persib Percaya Diri Hadapi Borneo FC di Super League 2025/26

Namun di tangan Tomas, filosofi itu ditinggalkan. Yuran Fernandes dan kawan-kawan diubah bermain dengan pola ball progression.

Perubahan itu langsung memberi efek, yakni tiga kali menang. Pertama, kemenangan atas Dewa United Banten FC di pekan ke-12.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: I League

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X