Bojan Hodak Atur Ritme Latihan, Ramadan Bukan Halangan Persib Jaga Performa Pemain

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 22 Februari 2026 | 07:24 WIB
Bojan Hodak memberikan instruksi saat latihan skuat Persib (Persib)
Bojan Hodak memberikan instruksi saat latihan skuat Persib (Persib)

SportlinkNews - Bulan Ramadan bukan alasan Persib Bandung menurunkan intensitas latihan. Pelatih Bojan Hodak justru menjadikan bulan puasa sebagai momen untuk menyesuaikan ritme latihan dengan semua sesi digelar malam hari setelah pemain berbuka.

Strategi ini diterapkan jelang empat laga penting Super League 2025/26. Persib akan melawan Persita Tangerang, Madura United FC, Persebaya Surabaya, dan Persik Kediri.

Menurut Hodak, ini soal menyesuaikan kebiasaan, bukan mengubah total rutinitas. Pemain bisa tidur lebih lama di pagi hari dan tetap beraktivitas maksimal sampai malam untuk berlatih.

Baca Juga: Kawhi Leonard Cedera Lagi, Clippers Dihantui Kekhawatiran Baru

“Kami hanya perlu sedikit mengubah kebiasaan menjadi latihan malam hari. Jadi selama Ramadan mereka bisa tidur lebih lama pada pagi hari dan mereka berlatih di malam hari. Jadi mereka bisa beribadah dengan normal,” kata Hodak.

Prinsipnya sederhana, berlatih saat puasa penuh energi hampir mustahil. Hodak tak mau memaksakan pemainnya bekerja maksimal di siang hari karena itu bakal mempengaruhi performa saat pertandingan.

“Karena jika kami berlatih pada siang hari, intensitasnya tidak bisa penuh dan tentu saja di pertandingan itu tidak akan bagus,” ucapnya.

Baca Juga: Pecco Ambil Keputusan untuk MotoGP 2027, Tinggal Tunggu Resmi

Pengalaman Hodak di klub Asia Tenggara, termasuk Liga Malaysia, menjadi dasar pendekatan ini. Latihan malam dianggap sebagai solusi win-win: pemain bisa beribadah tanpa kehilangan kualitas latihan.

“Intensitasnya sama dan ini sudah kami lakukan dalam dua tahun terakhir. Ini menjadi tahun ketiga saya di Persib dan saya selalu melakukan ini selama melatih klub di Asia Tenggara. Kami hanya memulai latihan pada malam hari, jadi pemain bisa makan (buka puasa) dulu dan berlatih dengan normal,” ujar Hodak.

Selain menjaga fisik, latihan malam juga membantu menjaga fokus mental pemain. Mereka tetap bisa mengikuti program intensitas tinggi tanpa terganggu puasa.

Baca Juga: Spurs Kian Percaya Diri, Wembanyama: Kami Sedang Berjuang untuk Sesuatu

Kebiasaan baru ini juga bikin tim makin kompak. Semua sesi dijalani bersama-sama setelah berbuka, menciptakan ritme yang seragam bagi seluruh pemain.

Metode ini bisa jadi contoh bagi klub lain, latihan tetap optimal, ibadah tetap terjaga. Dengan strategi fleksibel seperti ini, Persib bisa tetap kompetitif di papan atas, sekaligus menghormati bulan suci bagi pemain muslim.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: ileague

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X