SportlinkNews - Lokasi pertandingan pekan ke-28 Super League 2025/26 antara PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta mengalami pemindahan. Duel yang sedianya digelar di Bantul kini harus bergeser ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Rabu (24/4).
Keputusan ini diambil setelah pihak kepolisian setempat tidak menerbitkan izin keramaian untuk penggunaan Stadion Sultan Agung. Fasilitas pendukung di stadion tersebut dinilai tidak mampu memfasilitasi lonjakan penonton yang diprediksi membeludak dalam laga tersebut.
Faktor keamanan dan kenyamanan publik menjadi pertimbangan utama di balik pembatalan izin di markas asli Laskar Mataram. Kepolisian khawatir infrastruktur yang terbatas tidak akan sanggup menampung gelombang suporter dari kedua kesebelasan yang memiliki basis massa besar.
Baca Juga: Playoff NBA 2026 Dimulai, Cavaliers hingga Lakers Rebutan Gim 1
Langkah antisipasi ini merupakan dampak dari harmonisnya hubungan antara kelompok pendukung PSIM dan suporter Persija. Kedekatan emosional kedua belah pihak diyakini akan memicu perpindahan suporter dalam jumlah yang sangat masif ke lokasi pertandingan.
Rekam jejak pertemuan sebelumnya menunjukkan antusiasme yang luar biasa saat sekitar lima ribu pendukung PSIM memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno. Agenda silaturahmi dengan The Jakmania pada putaran pertama lalu menjadi indikator kuat akan adanya kunjungan balasan yang serupa.
Menanggapi perubahan situasi ini, pelatih Persija, Mauricio Souza, memberikan respons yang sangat positif terkait pemilihan markas Bali United tersebut. Ia melihat pemindahan tersebut justru memberikan keuntungan teknis dari sisi kualitas arena pertandingan.
Baca Juga: Juventus 2-0 Bologna: Si Nyonya Tua Nyaman di Empat Besar
Kondisi rumput Stadion Kapten I Wayan Dipta yang dikenal sangat prima menjadi alasan utama kegembiraan Souza. Baginya, lapangan yang berkualitas tinggi akan sangat mendukung filosofi permainan bola dari kaki ke kaki yang diterapkan.
Persija juga diprediksi lebih leluasa karena pertandingan tersebut dikonfirmasi bakal berlangsung tanpa kehadiran penonton di tribun. Situasi ini tentu merugikan bagi PSIM yang kehilangan suntikan motivasi langsung dari para suporter setia mereka.
Selain itu, skuad Ibu Kota memiliki memori manis saat merumput di Pulau Dewata pada kompetisi musim ini. Kemenangan tipis satu gol tanpa balas atas Bali United menjadi modal psikologis penting bagi Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan.
Baca Juga: Man City 2 Arsenal 1: Gol Haaland Selamatkan Muka Donnarumma
"Kedua tim ini sama-sama suka menguasai bola dan suka memainkan sepak bola ofensif [menyerang]. Saya sangat menyukai gaya permainan lawan, gaya permainan yang akan kami hadapi nanti," kata Souza.
Souza memberikan pujian setinggi langit terhadap pola permainan PSIM yang dinilai memiliki organisasi sangat rapi dan mentalitas menyerang. Pertemuan dua tim yang mengandalkan penguasaan bola ini diprediksi menyajikan tontonan menarik di atas lapangan yang mulus.
Artikel Terkait
Allano Lima Bawa Persija Putuskan Tren Buruk, Kini Makin Pede Kejar Poin Kemenangan
Hasil Super League: Persija Menang Tipis di Biak, Borneo FC Bungkam PSM
Van Basty Sousa Happy Persija Petik Tiga Poin di Kandang PSBS Biak
Duel PSIM vs Persija Pindah ke Bali, Kabar Laga Tanpa Penonton Menyeruak
Performa Apik Dony Tri Pamungkas Bawa Persija Tampil Kompetitif di Super League