SportlinkNews - I.League bersama PSSI resmi mengawali persiapan penyelenggaraan Indonesia Women's League 2026/2027 melalui owner meeting yang melibatkan seluruh calon peserta musim perdana di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menjadi titik awal penyamaan persepsi mengenai format kompetisi, regulasi, jadwal pertandingan, hingga kesiapan operasional sebelum liga bergulir pada pertengahan Oktober mendatang.
Enam klub dipastikan ambil bagian pada edisi perdana, yakni Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa FC Banten, FC Bekasi City, Persikad Depok, dan Garudayaksa FC.
Baca Juga: Roma Rekrut Santiago Castro dengan Nilai Transfer 35 Juta Euro dari Bologna
Musim pertama akan berlangsung selama 17 pekan dengan konsep home tournament di kawasan Jabodetabek.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengatakan kehadiran kompetisi profesional merupakan langkah penting untuk membangun ekosistem sepak bola putri yang selama ini dinilai belum memiliki kompetisi berkelanjutan.
"Kami ingin menghadirkan kompetisi dengan standar penyelenggaraan yang baik sekaligus menjadi wadah bagi pemain putri untuk berkembang dan berkompetisi secara profesional," ujar Ferry.
Baca Juga: Crystal Palace Memperkenalkan Jersey Eagle Black 2026/27
Menurutnya, Indonesia Women's League bukan sekadar menghadirkan agenda pertandingan, tetapi menjadi fondasi pembinaan jangka panjang yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemain sekaligus memperkuat Timnas Putri Indonesia.
Sementara itu, anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menegaskan liga akan dibangun secara bertahap agar memiliki fondasi yang kuat. Karena itu, jumlah peserta pada musim perdana dibatasi hanya enam klub.
"Kami ingin membangun Indonesia Women's League dengan konsep yang berkelanjutan. Kami memilih memulai dari skala yang lebih kecil agar kompetisi benar-benar bisa berjalan stabil dan terus berkembang setiap musim," ungkapnya.
Baca Juga: Hugo Gomes Balik Kandang, Kini Kembali Berseragam Madura United FC
Selain mempertimbangkan keberlanjutan kompetisi, format home tournament dipilih untuk menekan biaya operasional, terutama pengeluaran perjalanan antarklub.
Seluruh pertandingan musim pertama rencananya dipusatkan di sejumlah stadion di kawasan Jabodetabek.
Jika pelaksanaan musim perdana berjalan sesuai target, jumlah peserta akan ditambah secara bertahap pada edisi berikutnya.
Baca Juga: Allano Lima Merapat ke Bhayangkara FC, Jadi Ancaman Serius Bagi Skuat Lawan
Tidak hanya fokus pada pertandingan, I.League juga menyiapkan konsep entertainment sport festival sebagai daya tarik tambahan.
Setiap laga dirancang menjadi hiburan keluarga dengan menghadirkan berbagai aktivitas di luar pertandingan guna meningkatkan pengalaman penonton di stadion.
Indonesia Women's League juga akan memberi warna baru dengan membuka peluang bagi pemain diaspora dan pemain asing.
Baca Juga: Perkuat Lini Belakang, Chelsea Resmi Amankan Tanda Tangan Maxence Lacroix
PSSI berencana mengizinkan setiap klub merekrut maksimal dua pemain asing di luar pemain diaspora untuk meningkatkan kualitas kompetisi.
Vivin mengungkapkan sejumlah pemain diaspora yang selama ini memperkuat Timnas Putri Indonesia mulai menunjukkan ketertarikan tampil di liga domestik.
Nama-nama seperti Isabelle Nottet, Noa Leatomu, hingga Estella Loupatty disebut telah mencari informasi mengenai kompetisi tersebut.
Baca Juga: PSSI Serahkan Aturan Suporter Tandang ke I.League
Menurutnya, kehadiran liga profesional juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan pemain putri.
Selain memperoleh penghasilan dari klub, para pesepak bola dinilai memiliki peluang lebih besar mendapatkan kontrak komersial, kerja sama dengan sponsor, hingga membangun personal branding melalui media sosial.
Artikel Terkait
6 Tahun Vakum, Menpora Minta Liga Putri Digelar dengan Format Praktis
PSSI Bangun Fondasi Liga Putri Lewat Pramusim Empat Klub di 2026
Liga Putri Segera Digelar Lagi, Ferry Paulus Pastikan Bergulir 2026
PSSI Percepat Pengembangan Sepak Bola Putri, Siapkan Liga Putri Uji Coba
Enam Klub Jadi Pelopor Liga Putri 2026, Tahun Pertama Uji Coba