SportlinkNews - Komite Banding AFC secara resmi mengetuk palu penolakan atas seluruh permohonan banding yang diajukan Persib Bandung. Putusan tersebut memastikan skuad Maung Bandung tetap diwajibkan membayar sanksi denda finansial serta menjalani hukuman pertandingan kandang tanpa kehadiran penonton.
Kepastian gagalnya upaya hukum Persib tertuang dalam berkas salinan keputusan Komite Banding AFC tertanggal 13 Agustus 2026. Langkah banding Maung Bandung dimentalkan sepenuhnya sebagai buntut dari insiden kerusuhan suporter yang merusak citra sepak bola Asia.
AFC menegaskan posisi hukumnya secara tertulis dalam dokumen hasil persidangan banding. "Banding Persib Bandung (IDN) terhadap keputusan VVC 20260513DC13 ditolak sepenuhnya," tulis keputusan Komite Banding AFC.
Baca Juga: Meski Menang Lawan Penang FC, Persebaya Tetap Harus Benahi Timnya Menjelang Super League
"Persib Bandung diminta membayar total denda USD 200.000 yang harus diselesaikan dalam 30 hari sejak keputusan disampaikan sesuai dengan pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etik AFC."
Sanksi finansial senilai 200.000 dolar AS atau setara Rp3,5 miliar tersebut berakar dari insiden amuk massa suporter pada ajang AFC Champions League (ACL) 2 awal tahun ini. Kericuhan suporter pecah begitu wasit meniup peluit panjang yang menandai tersingkirnya Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari lalu.
Hasil di lapangan sebenarnya mencatatkan kemenangan tipis 1-0 untuk Persib saat menjamu wakil Thailand, Ratchaburi, pada leg kedua babak 16 Besar. Kemenangan tersebut tetap tak mampu menyelamatkan Maung Bandung karena kalah agregat 1-3 usai menyerah tiga gol tanpa balas pada leg pertama.
Baca Juga: Persijap Bersiap Ramaikan Super League 2026/27, Tunjuk Pelatih Kepala Baru
Kekecewaan mendalam atas kegagalan melangkah lebih jauh di level Asia memicu gelombang amarah para pendukung yang hadir di stadion. Suporter menilai kepemimpinan wasit sepanjang laga berjalan tidak adil, penuh keberpihakan, dan sangat merugikan pihak tuan rumah.
Komite Disiplin AFC menilai Persib terbukti sah dan meyakinkan melanggar Pasal 64 dan 65 Kode Disiplin serta Pasal 35 Regulasi Keamanan AFC. Selain menjatuhkan hukuman denda miliaran rupiah, induk organisasi sepak bola Asia itu mengganjar Persib dengan hukuman menggelar dua pertandingan kandang tanpa penonton.
Sanksi tanpa penonton tersebut berdampak langsung pada laga krusial babak playoff ACL 2 2026/27 saat Persib menjamu klub Filipina, Manila Digger. Pertandingan penentu yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus mendatang itu dipastikan sepi dari riuh dukungan Bobotoh.
Baca Juga: Ini Dia, Jajaran Tim Pelatih Java United FC di Bawah Komando Fabio Lefundes
"Berdasarkan Pasal 34.1 dan 34.3 Kode Disiplin dan Etik AFC, hukuman laga kandang tanpa penonton kedua, sesuai dengan paragraf 6, akan diberlakukan penundaan dan percobaan dalam dua tahun. Jika pelanggaran serupa terjadi dalam masa percobaan, maka penundaan akan dicabut. Selanjutnya, sanksi tambahan akan diputuskan terhadap pelanggaran baru."
Keputusan mengikat dari Komite Banding AFC ini menjadi pukulan telak bagi persiapan manajemen Persib menyongsong musim baru. Pihak klub kini harus menanggung beban finansial yang tidak sedikit di tengah upaya membangun kekuatan tim.
Artikel Terkait
Bali United FC Tantang Persib dan Sabah FC di Laga Pramusim Dewata Challenge Series 2026
Demi Menit Bermain Reguler, Persib Lepas Henhen Herdiana ke PSM Makassar
Pemain Persib yang Cedera Mulai Kembali ke Lapangan Kecuali Luciano Guaycochea
Duel Persib Vs Sabah FC, Igor Tolic Ogah Turunkan Skuat Terbaiknya