Gagal Penuhi Club Licensing, Klub Terancam Gagal Promosi

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:25 WIB
Setelah merubah identitas PT LIB menjadi ILeague, kini mereka meluncurkan logo kompetisi sepak bola nasional terbaru untuk musim 2025/26. (ILeague)
Setelah merubah identitas PT LIB menjadi ILeague, kini mereka meluncurkan logo kompetisi sepak bola nasional terbaru untuk musim 2025/26. (ILeague)

SportlinkNews - PT Liga Indonesia Baru (LIB) memperketat penerapan club licensing mulai musim kompetisi mendatang.

Selain menambah jumlah kriteria penilaian, LIB juga memperpanjang waktu proses verifikasi serta menyiapkan konsekuensi lebih tegas bagi klub yang gagal memenuhi persyaratan.

Direktur Utama LIB Ferry Paulus mengatakan, pihaknya baru saja menggelar seminar dan workshop bersama AFC terkait penerapan club licensing. Dalam penerapan terbaru, jumlah kriteria yang sebelumnya lima akan bertambah menjadi tujuh.

Baca Juga: Liverpool Kembali Jajaki Pembicaraan dengan PSG Soal Bradley Barcola

Menurut Ferry, tambahan kriteria tersebut membuat standar penilaian menjadi lebih rigid. Namun, proses verifikasi justru diharapkan lebih mudah karena indikator yang digunakan semakin spesifik dan dapat dibandingkan secara lebih objektif.

"Tahun ini akan ada tambahan kriteria. Dari lima kriteria yang ada akan menjadi tujuh. Tujuh kriteria ini sebenarnya lebih rigid, tetapi formula penilaiannya akan jauh lebih mudah," tuturnya usai RUPS PT LIB, di Jakarta, Rabu, 26 Agustus.

Pengetatan juga dilakukan di sisi internal LIB. Personel yang menangani club licensing akan ditambah, sementara sejumlah poin dalam kriteria penilaian diperluas.

Baca Juga: Raheem Sterling Hadapi Dakwaan Mengemudi Secara Berbahaya Bakal Diseret ke Pengadilan

Tidak hanya sanksi finansial, LIB juga mempertahankan hukuman berupa pengurangan poin bagi klub yang gagal memenuhi kriteria. Ferry menilai sanksi berupa denda uang tidak lagi cukup memberikan efek jera.

"Kalau sanksi rupiah sudah nggak musim, ya kurang nendang. Pengurangan poin ini masih sama seperti kemarin," ujarnya.

Untuk Super League, setiap satu kriteria yang gagal dipenuhi akan berujung pada pengurangan dua poin. Dengan tujuh kriteria, klub yang gagal memenuhi seluruh persyaratan berpotensi kehilangan maksimal 14 poin.

Baca Juga: Chelsea Takkan Bisa Juara Selama Robert Sanchez Jadi Kiper Utama

Sementara itu, di kasta kedua dan ketiga, mekanisme pengurangan poin juga diberlakukan. Klub Championship berpotensi mendapat pengurangan satu poin untuk setiap kriteria yang gagal, sehingga maksimal kehilangan tujuh poin.

"Di kasta kedua itu satu poin berarti tujuh, tujuh minus poin. Di kasta ketiga juga kita tekankan untuk mendapatkan minus poin tujuh," kata Ferry.

Menurut Ferry, club licensing akan menjadi salah satu fondasi utama bagi klub yang ingin tampil di kompetisi, terutama mereka yang membidik promosi.

Baca Juga: Stadion Sultan Agung Jalani Audit Infrastruktur Demi Kenyamanan Penonton Selama Super League

Persyaratan tersebut berlaku wajib bagi klub yang promosi dari Liga 3 ke Championship maupun dari Championship ke Super League. Klub tidak bisa promosi jika tidak memenuhi seluruh ketentuan club licensing.

"Jadi nggak bisa kalau klub tiba-tiba nggak memenuhi syarat dengan kriteria tadi untuk promosi. Jadi wajib, baik Liga 3 ke 2, 2 ke 1," tegasnya.

LIB juga telah menyiapkan mekanisme apabila klub yang berhak promosi gagal memenuhi persyaratan. Posisi tersebut akan diberikan kepada klub pengganti yang memenuhi kriteria.

Baca Juga: Jalani Uji Coba Keempat, Java United FC Dijegal Persipura Jayapura

Jika klub pengganti juga tidak memenuhi kesiapan, kesempatan dapat diberikan kepada klub yang sebelumnya terdegradasi untuk tetap bertahan di kompetisi.

"Kalau penggantinya ini juga nggak siap, maka langsung kita drop lagi ke klub yang tadinya degradasi untuk tetap bertahan. Jadi dapat wildcard," jelas Ferry.

Pengetatan tidak hanya terjadi pada jumlah kriteria dan sanksi. Durasi proses club licensing juga diperpanjang. Jika sebelumnya siklus proses berlangsung sekitar delapan bulan, kini waktunya menjadi 10 bulan.

Baca Juga: Dihantam Kritik Usai Kalah, De Zerbi Tak Pedulikan Rekor Belanja Tottenham Hotspur

Ferry mengatakan perubahan tersebut menunjukkan bahwa proses club licensing harus menjadi bagian dari rutinitas klub sepanjang musim, bukan sekadar persyaratan menjelang kompetisi.

"Dengan adanya club licensing yang akan diperketat, bahkan cycle time atau timeline-nya yang awalnya cuma delapan bulan sekarang menjadi 10 bulan. Jadi hari-hari itu sama seperti kita bertanding, sama juga kita ber-club licensing," imbuhnya.

Dengan sistem baru tersebut, LIB berharap klub-klub di tiga strata kompetisi dapat membangun tata kelola yang lebih profesional dan memenuhi standar yang ditetapkan sejak jauh hari.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X