"Paling satu atau dua, itu pun biasanya mahasiswa. Selebihnya ya orang Solo dan sekitarnya,” tambahnya.
Baca Juga: Kakang dan Malik Menuju ASEAN All Stars
Meskipun tidak digaji, para pemain tetap mendapat uang saku seadanya.
Sementara kebutuhan transportasi dan akomodasi saat bermain di luar kota ditanggung oleh klub.
Hal ini mencerminkan semangat dan dedikasi tinggi para pemain masa itu terhadap klub yang mereka bela.
Baca Juga: Usai Marko Simic Hengkang, Persija Ditinggal Tujuh Pemain Lainnya
Karier sepak bola Hong Widodo bermula sejak SMP.
Saat itu, seorang guru yang juga mantan pemain Persis Solo melihat bakatnya dan mengajak Hong bergabung ke sebuah klub.
Dari sanalah minatnya terhadap sepak bola tumbuh.
Baca Juga: Gerak Cepat Persija, Tunjuk Mauricio Souza Jadi Pelatih Macan Kemayoran
Ia juga terinspirasi dari banyak pemain keturunan Tionghoa yang aktif bermain bola di Solo pada masa itu.
“Saya lihat dulu banyak pemain Chinese yang bagus-bagus."
"Kok bisa ya mereka main bola? Jadi saya makin tertarik,” tuturnya.
Baca Juga: Shai Gilgeous-Alexander Jawab Kritikan, Lewati MJ dalam Rekor 30+ Poin