liga-indonesia

EPA Super League 2025/26 Usung Format Baru, I.League Siapkan Kompetisi Lebih Kompetitif

Selasa, 7 Oktober 2025 | 22:28 WIB
Zainudin Amali sorot peran kompetisi Liga 1 dan EPA (Liga Indonesia Baru)

SportlinkNews – Menyongsong bergulirnya Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/26 pada 11 Oktober 2025, I.League resmi memperkenalkan format kompetisi baru yang akan diterapkan mulai musim ini.

Perubahan tersebut dirancang untuk memperkuat sistem pembinaan pemain muda sekaligus meningkatkan daya saing antar tim usia muda di Indonesia.

Kompetisi EPA Super League musim ini tetap menghadirkan tiga kelompok umur, yaitu U-16, U-18, dan U-20.

Baca Juga: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026: Renald Pastikan Arab Saudi Siap 100 Persen Hadapi Indonesia

Namun, perbedaan mencolok dari musim sebelumnya terletak pada jumlah pertandingan yang meningkat signifikan, dari 624 laga di musim 2024/25 menjadi 903 pertandingan pada musim 2025/26.

Lonjakan jumlah laga itu menjadi mungkin berkat penerapan format quadra round robin, di mana setiap tim akan saling berhadapan empat kali dalam satu musim.

Sistem home and away tetap digunakan, sementara seluruh pertandingan dimainkan dalam format single match.

Baca Juga: Kluivert: Pemain Timnas Indonesia Sudah Siap Mental Hadapi Tekanan di Jeddah

Untuk menjaga intensitas kompetisi dan efisiensi waktu, pertandingan akan digelar setiap akhir pekan dengan sistem double gameweek (Sabtu dan Minggu).

Di akhir musim, dua tim terbaik dari masing-masing grup akan lolos ke babak final berdasarkan beberapa kriteria, yakni poin tertinggi, selisih gol, produktifitas gol, dan poin fair play.

Sebagai bagian dari struktur Super League, peserta EPA musim ini juga akan menyesuaikan dengan sistem promosi dan degradasi tim utama.

Dengan demikian, tiga tim promosi di level senior, yakni PSIM Yogyakarta, Bhayangkara FC, dan Persijap Jepara otomatis akan turut berpartisipasi di EPA Super League 2025/26.

Baca Juga: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026: AFC Tolak Protes PSSI, Sekjen Ingatkan Keadilan dan Netralitas Saat Laga Melawan Arab Saudi

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa format baru ini diharapkan dapat memberikan wadah pembinaan yang lebih profesional dan menantang bagi pemain muda.

"Kami ingin EPA Super League menjadi laboratorium pembinaan pemain muda yang berstandar tinggi. Dengan menambah jumlah pertandingan dan memperbaiki format, kami menciptakan lingkungan kompetitif yang membentuk pemain tangguh secara mental, taktik, dan fisik sejak usia dini," ujar Asep

Format baru ini menjadi sinyal keseriusan I.League dalam mencetak generasi emas sepak bola nasional.

Tags

Terkini