SportlinkNews - Pujian kembali ditujukan kepada kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi yang menunjukkan kelasnya sebagai penjaga gawang profesional.
Pada laga melawan Persita di pekan ke-30 Super League 2025/26, Kamis (30/4/2026) di Stadion Sultan Agung, Bantul, Cahya mampu menjaga gawangnya dengan baik meski sempat kebobolan di menit ke-6.
Pada laga itu, Cahya berhasil menggagalkan tendangan penalti dari Persita di menit ke-84. Tendangan yang dieksekusi oleh Pablo Ganet mampu dibaca dengan baik dan akhirnya dimentahkan.
Baca Juga: Persita Curi Poin di Bantul, Carlos Pena Puji Kedisiplinan Pendekar Cisadane
“Pertandingan jadi lebih sulit karena kami kebobolan di menit awal. Laga baru berjalan sekitar lima menit, kita sudah kebobolan," ujar Cahya Supriadi.
"Tapi kami sudah bekerja keras walau hasilnya belum sesuai harapan,” tambahnya.
“Perasaan saya tetap berbeda meski bisa mementahkan tendangan penalti. Beda dibanding jika tim mencatat hasil kemenangan atau hasil imbang,” ucapnya.
Baca Juga: Meski Menang atas Bhayangkara FC, Bojan Hodak Kritik Performa Persib di Awal Laga
Kelihaian Cahya Supriadi dalam menghadapi tendangan penalti memang sudah teruji. Sebelumnya, dia juga mampu menepis tendangan penalti penyerang sayap Persija Jakarta, Maxwell Souza pada laga pekan ke-29 lalu.
Laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar itu berakhir dengan skor sama kuat 1-1.
Sedangkan pada laga lawan Persita, kepiawaian Cahya Supriadi mampu menyelamatkan PSIM dari kebobolan lebih banyak lagi.
Baca Juga: Debutan GT World Challenge Asia, Sean Gelael Asah Performa Lewat Simulasi dan Pit Stop
Selain berhasil menggagalkan tendangan penalti Pablo Ganet, Cahya juga mampu melakukan penyelamatan yang sempat membuat frustasi pemain Persita.
Kekalahan dari Persita ini menjadi kekalahan keempat kalinya dari lima laga terakhir yang dijalani PSIM. Lebih jauh lagi, PSIM sudah puasa kemenangan di tujuh laga terakhirnya.