SportlinkNews - Garudayaksa FC dipastikan mengunci satu tempat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League, untuk musim depan. Kepastian ini diraih setelah tim asuhan Widodo Cahyono Putro tersebut sukses menyegel status juara Grup A Championship 2025/26.
Tim yang dimiliki oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, tersebut mengamankan kemenangan krusial 3-1 saat meladeni Persikad Depok pada laga pekan pemungkas. Perolehan poin penuh ini membuat posisi Garudayaksa FC di puncak klasemen tidak lagi terkejar oleh para pesaing terdekatnya di Grup A.
Keberhasilan menundukkan Persikad membuat Garudayaksa FC menutup kampanye musim ini dengan raihan total 52 poin. Dominasi tersebut menjadi bukti konsistensi tim dalam mengarungi ketatnya persaingan di kasta kedua sepanjang musim ini.
Baca Juga: Persib Vs PSIM Yogyakarta, Bojan Hodak: PSIM Punya Organisasi Permainan yang Solid
Di sisi lain, Adhyaksa FC sebenarnya mampu memberikan tekanan hebat setelah mencatatkan kemenangan telak 4-0 atas Sriwijaya FC pada pekan terakhir. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk menggeser posisi puncak karena mereka harus puas finis sebagai runner-up dengan koleksi 51 poin.
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Garudayaksa FC berhak langsung naik kasta ke Super League musim depan tanpa melalui babak tambahan. Sebaliknya, Adhyaksa FC masih harus berjuang keras melewati babak play-off guna memperebutkan sisa tiket promosi yang tersedia.
Berdasarkan regulasi Championship musim ini, sebanyak 20 tim peserta dibagi secara merata ke dalam dua grup yang berbeda. Aturan main menetapkan bahwa masing-masing juara grup secara otomatis akan langsung mendapatkan tiket promosi ke Super League.
Baca Juga: Perjuangan Persis Solo Semakin Berat Usai Dijegal Malut United FC
Sementara itu, jatah satu tiket promosi terakhir tidak diberikan secara cuma-cuma kepada tim peringkat kedua. Satu tiket tersisa tersebut akan diperebutkan kembali melalui laga hidup-mati antara runner-up dari masing-masing grup.
Adhyaksa FC saat ini masih berada dalam posisi menunggu hasil pertandingan pekan terakhir yang berlangsung di Grup B. Mereka perlu memantau klasemen akhir grup sebelah untuk mengetahui identitas lawan yang akan dihadapi pada babak play-off mendatang.
Kabar kontras datang dari kompetisi kasta tertinggi, di mana PSBS Biak dipastikan harus menelan pil pahit turun kasta. Tim yang dikenal dengan julukan Badai Pasifik itu menjadi kesebelasan pertama yang dinyatakan terdegradasi dari Super League musim ini.
Nasib buruk ini terkonfirmasi setelah mengalami kekalahan telak 0-4 saat bertamu ke markas Persebaya Surabaya. Pertandingan pekan ke-31 tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Sabtu (2/5).
Hingga memasuki pekan ke-31, PSBS tercatat hanya mampu mengumpulkan total 18 poin dari seluruh laga yang telah dimainkan. Catatan statistik mereka cukup memprihatinkan dengan rincian empat kali meraih kemenangan, enam hasil imbang, dan menderita 21 kali kekalahan.