SportlinkNews - Borneo FC Samarinda belum menyerah dalam perburuan gelar Super League 2025/26.
Meski gagal memanfaatkan momentum usai ditahan imbang Persijap Jepara, Pesut Etam masih memiliki satu jalur terakhir untuk menyalip Persib Bandung di tikungan akhir musim.
Hasil imbang tanpa gol di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu, 17 Mei 2026, membuat posisi Borneo FC kini semakin sulit.
Baca Juga: Marc Klok: Menang atas PSM Jadi Penebusan Persib
Mereka tertahan di angka 76 poin, terpaut dua angka dari Persib yang pada saat bersamaan menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Situasi tersebut membuat Persib berada di atas angin menuju pekan terakhir. Karena Maung Bandung hanya membutuhkan satu poin saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api untuk memastikan gelar juara.
Artinya, strategi Borneo kini menjadi sangat sederhana sekaligus penuh tekanan, yakni wajib menang dan berharap Persib terpeleset di kandang sendiri.
Baca Juga: Manchester United Singkirkan Nottingham Forest, Kunci Peringkat Tiga Liga Primer
Pada laga pamungkas nanti, tim asuhan pelatih Fabio Araujo Lefundes ini akan menjamu Malut United di Stadion Segiri Samarinda. Tidak ada pilihan lain selain memburu tiga poin sejak menit pertama.
Namun kemenangan saja tidak cukup. Borneo juga harus berharap Persijap mampu mencuri kemenangan di Bandung. Jika skenario itu terjadi, Borneo akan finis dengan 79 poin dan menyalip Persib yang berhenti di angka 78.
Sebaliknya, jika Persib bermain imbang saja, peluang Borneo otomatis tertutup. Walaupun poin kedua tim sama-sama 79 apabila Pesut Etam menang, Persib tetap unggul head to head dan berhak menjadi juara.
Baca Juga: Igor Tolic: Ini Belum Selesai, Kita Tuntaskan di Bandung
Karena itu, tekanan terbesar sebenarnya bukan hanya soal bagaimana Borneo mengalahkan Malut United, tetapi juga bagaimana mereka menjaga fokus di tengah situasi yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali sendiri.
Kegagalan menang di Jepara menjadi pukulan penting bagi Borneo. Padahal, jika mampu membawa pulang tiga poin dari kandang Persijap, mereka hanya perlu menang di pekan terakhir tanpa bergantung pada hasil Persib.
Kini, ruang kesalahan sudah tertutup. Dari sisi teknis, Borneo diperkirakan akan tampil jauh lebih agresif saat menghadapi Malut United. Dengan bermain di Segiri dan wajib menang, pendekatan menyerang hampir pasti menjadi pilihan utama.
Baca Juga: Bhayangkara Dominasi Penghargaan AVC Champions League 2026, Keita Jadi MVP
Produktivitas lini depan akan menjadi kunci. Borneo kemungkinan akan mencoba mencetak gol cepat untuk menekan lawan sekaligus menjaga momentum emosional tim sepanjang pertandingan.
Namun tantangan terbesar justru bisa datang dari faktor mental. Bermain sambil terus menunggu kabar dari Bandung bukan situasi ideal dalam perebutan gelar.
Jika Persib mampu unggul lebih dulu atas Persijap, atmosfer pertandingan di Samarinda bisa berubah menjadi tekanan tambahan bagi para pemain Borneo.
Baca Juga: Gim 7 Semifinal Wilayah Timur: Kepercayaan Tinggi Pistons Jadi Tantangan Cavaliers
Meski peluangnya kini lebih kecil, Pesut Etam setidaknya masih memiliki harapan hingga pekan terakhir. Dalam perebutan gelar yang berlangsung ketat sepanjang musim, satu kekalahan Persib saja bisa mengubah seluruh cerita.
Kini, Borneo hanya bisa memastikan satu hal, bahwa mereka harus menyelesaikan tugas sendiri lebih dulu di Segiri, lalu berharap keajaiban datang dari Bandung.