SportlinkNews - Dominasi Jakarta Bhayangkara Presisi di AVC Men's Champions League 2026 tidak hanya terlihat dari trofi juara yang mereka angkat di Pontianak pada Minggu, 17 Mei 2026.
Wakil Indonesia itu juga menguasai panggung penghargaan individu setelah para pemainnya memborong gelar terbaik turnamen.
Sorotan utama tentu jatuh kepada Noumory Keita. Bintang asal Mali tersebut tampil sebagai wajah utama keberhasilan Bhayangkara setelah menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni Most Valuable Player (MVP) dan Best Opposite.
Baca Juga: Max Verstappen Nyaris Menang di Nurburgring 24 Hours, Keunggulannya Diganggu Kerusakan Mesin
Keita memang menjadi mesin poin paling konsisten sepanjang turnamen.
Dalam partai final melawan Foolad Sirjan Iranian, ia kembali tampil menentukan, termasuk lewat service ace yang mengunci kemenangan Bhayangkara sekaligus memastikan gelar juara Asia pertama untuk klub Indonesia.
Pengaruh Keita tidak hanya terasa dalam urusan mencetak angka. Kehadirannya menjadi pusat permainan Bhayangkara sepanjang AVC Champions League 2026, terutama saat tim menghadapi tekanan di fase-fase krusial pertandingan.
Baca Juga: Spurs Tak Lagi Sekadar Proyek Masa Depan, Kini Penantang Gelar NBA
Dominasi Bhayangkara berlanjut di sektor middle blocker. Robertlandy Simon terpilih sebagai Best Middle Blocker berkat performa solidnya di area net, baik dalam blok maupun serangan cepat.
Penghargaan middle blocker terbaik lainnya juga jatuh kepada pemain Indonesia, Raden Gumilar. Penampilan disiplin dan agresifnya sepanjang turnamen membuat Bhayangkara semakin sulit ditembus lawan.
Keberhasilan Raden meraih penghargaan tersebut menjadi salah satu sinyal positif bagi perkembangan pemain lokal Indonesia di level kompetisi Asia.
Baca Juga: Gim 7 Semifinal Wilayah Timur: Kepercayaan Tinggi Pistons Jadi Tantangan Cavaliers
Sementara itu, finalis asal Iran, Foolad Sirjan Iranian, tetap membawa pulang sejumlah penghargaan individu meski gagal menjadi juara. Ali Ramezani dinobatkan sebagai Best Setter.
Di posisi outside hitter, Foolad bahkan mendominasi lewat penghargaan untuk Alex Nikolov dan Poriya Khanzadeh.
Sedangkan gelar Best Libero menjadi milik Kazuyuki Takahashi dari JTEKT Stings Aichi yang finis di posisi ketiga turnamen.
Artikel Terkait
AVC Cup 2026: PBVSI Kantongi 32 Nama Putri, Putra Tunggu Pelatih Baru
AVC Men's Cup 2026: Pul B Sengit, Indonesia Ditantang Tim-Tim Kuat Asia
Bhayangkara Presisi Bungkam Zhaiyk di Laga Pembuka AVC Champions League 2026
Jakarta Bhayangkara Presisi Cetak Sejarah, Lolos Final AVC dan Raih Tiket Kejuaraan Dunia
Bhayangkara Juara AVC Men’s Champions League 2026, Gelar Perdana Asia Bagi Indonesia