liga-indonesia

I.League Hilangkan Satu Aturan Wajib Super League Mulai Musim Depan

Rabu, 20 Mei 2026 | 16:49 WIB
I League

SportlinkNews - Operator kompetisi sepak bola tertinggi di tanah air, I.League, mulai merancang aturan baru. Kebijakan strategis tersebut sengaja disiapkan guna menyongsong gelaran kompetisi musim depan.

Pernyataan mengenai peta jalan kompetisi ini disampaikan langsung oleh Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra. Berdasarkan pemaparannya, aturan main di kasta tertinggi yakni Super League secara umum tidak mengalami perombakan besar-besaran.

"Sudah disampaikan, saya pikir hal yang sudah kita bagi bersama PSSI bulan lalu, regulasi untuk musim yang akan datang tidak ada perubahan. Hanya ada perubahan di regulasi U-23 yang tidak ada lagi kewajiban dalam starting line-up di 45 menit," kata Asep. 

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-34 Super League 2025/26, Penentuan Krusial Posisi Klasemen Akhir

Berdasarkan keterangan dari pihak regulator, mayoritas pasal dalam regulasi lama tetap dipertahankan. Manajemen kompetisi sejauh ini hanya berencana untuk mengeliminasi satu poin aturan yang dinilai sudah masanya untuk dievaluasi.

Satu-satunya ketentuan yang akan ditiadakan tersebut menyangkut kuota pesepak bola muda di awal pertandingan. Aturan lama yang mewajibkan klub menurunkan pilar U-23 sebagai starter minimal selama babak pertama dipastikan runtuh.

Keputusan krusial mengenai penyesuaian regulasi tersebut saat ini telah memasuki fase krusial. I.League kini hanya tinggal menunggu ketukan palu formal dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk meresmikan kebijakan baru tersebut.

Baca Juga: Seamus Coleman Mengakhiri Karier Bermainnya di Everton, Catat 434 Penampilan

Pihak operator menegaskan draf perubahan ini tidak diputuskan sepihak, melainkan melalui mekanisme yang terstruktur. Penjelasan mendalam mengenai penghapusan kewajiban pemain muda tersebut juga sudah dipaparkan secara langsung di hadapan para petinggi Exco PSSI.

"Dalam membuat regulasi ada fase hiring mendengar, ada fase kita berdiskusi sesuai dengan yang punya kompetensi juga punya kepentingan di sana," ujarnya.

Melalui proses diskusi tersebut, I.League berusaha menjaring aspirasi dari berbagai stakeholder sepak bola nasional. Semua masukan dari pihak yang berkompeten ditampung demi meningkatkan kualitas kompetisi secara keseluruhan.

Baca Juga: Arema FC Bakal Tampil All Out Menghadapi PSIM Yogyakarta Demi Perbaiki Peringkat Klasemen Akhir

"Jadi sebetulnya proses ya sekali lagi dan itu kemarin sudah kita presentasikan di depan eksekutif komite. Tetapi sekali lagi kan itu adalah apa yang sudah kita bicarakan," ucapnya.

Langkah koordinasi dengan federasi dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan di masa mendatang. Pengesahan dokumen tertulis tetap menjadi wewenang penuh dari federasi sepak bola tertinggi di Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini