liga-indonesia

I.League Ingatkan Potensi Minus Dua Poin bagi Klub yang Ubah Home Base Pascalisensi

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:52 WIB
Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra.

SportlinkNews - Bursa perpindahan identitas dan kandang klub menjelang bergulirnya Super League 2026/2027 mulai menjadi bahan perbincangan.

Namun di tengah berbagai spekulasi yang beredar, I.League menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengajuan resmi yang diterima terkait perubahan nama maupun home base klub peserta kompetisi musim depan.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengatakan operator liga masih menunggu proses administrasi yang sesuai prosedur sebelum dapat memberikan sikap lebih jauh.

Baca Juga: Messi Pakai Jersey Spesial di Piala Dunia 2026, Berbeda dengan Pemain Lain

Menurutnya, setiap perubahan yang dilakukan klub anggota PSSI harus melalui mekanisme organisasi yang telah diatur.

"Secara resmi kami belum menerima pengajuan terkait perubahan tersebut. Dalam tata kelola organisasi sepak bola, semua harus berjalan melalui korespondensi dan prosedur yang berlaku," kata Asep usai acara League Talk 1.0 di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.

Belakangan muncul sejumlah rumor yang mengaitkan beberapa klub dengan rencana relokasi maupun pergantian identitas.

Baca Juga: Lepas dari Manchester United, Ruben Amorim Kini Berlabuh di AC Milan Siapkan Kebangkitan Rossoneri

Malut United disebut-sebut akan berganti nama dan bermarkas di Semarang, sementara klub promosi Adhyaksa FC juga dikabarkan tengah mempertimbangkan perubahan kandang bahkan identitas klub untuk musim depan.

Meski demikian, Asep menegaskan pihaknya tidak bisa berspekulasi terhadap informasi yang belum diajukan secara resmi kepada operator kompetisi.

Ia mengakui I.League menerima tembusan surat terkait isu tersebut, tetapi belum dalam bentuk pengajuan yang dapat diproses lebih lanjut.

Baca Juga: Menang Tipis dari Korea Selatan, Gol Luis Romo Selamatkan Muka Meksiko

"Memang ada surat yang ditembuskan kepada kami, tetapi secara spesifik belum ada dokumen resmi yang menjadi dasar untuk kami memberikan keputusan," imbuhnya.

Di sisi lain, Asep mengingatkan bahwa perubahan nama klub maupun home base tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif.

Langkah tersebut juga dapat berdampak terhadap status lisensi klub yang telah digunakan sebagai dasar penentuan peserta kompetisi musim 2026/2027.

Baca Juga: Championship 2026/27 Tetap Dua Grup, Lisensi Klub Diperketat

Ia menjelaskan seluruh klub sebelumnya telah mengikuti proses Club Licensing yang mencakup lima aspek penilaian, termasuk legalitas dan infrastruktur.

Data yang diajukan dalam proses lisensi menjadi acuan resmi bagi klub untuk mengikuti kompetisi musim depan.

Karena itu, apabila terjadi perubahan setelah siklus lisensi ditutup pada Mei lalu, klub berpotensi menghadapi konsekuensi sesuai regulasi kompetisi yang berlaku.

Baca Juga: Google dan LALIGA Perkuat Aliansi Lawan Pembajakan Digital

"Jika ada perubahan setelah proses lisensi selesai, tentu ada konsekuensi dari sisi kompetisi. Salah satunya yang diatur dalam regulasi adalah potensi pengurangan dua poin," kata Asep.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap kasus akan tetap diproses sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan PSSI.

I.League, menurutnya, hanya akan mengambil langkah setelah seluruh prosedur organisasi dijalankan dan dokumen resmi diterima.

Tags

Terkini