SportlinkNews - Indonesia Women’s League (IWL) 2026/2027 tidak ingin hanya menjadi kompetisi yang hadir sesaat. PSSI bersama klub peserta telah menyepakati komitmen selama lima tahun untuk menjaga keberlangsungan liga sepak bola putri di Indonesia ini.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan komitmen jangka panjang tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam menghidupkan kembali kompetisi sepak bola putri.
Menurut Erick, keberadaan liga harus dibangun dengan visi berkelanjutan agar pemain memiliki kompetisi yang jelas sekaligus jalur pembinaan yang terhubung dengan kebutuhan Timnas Indonesia Putri.
Baca Juga: Gagal Boyong Vinicius Jr ke Emirates Stadium, Arsenal Alihkan Target untuk Liga Primer 2026/27
"Klub-klub sepakat komit lima tahun, liga juga bersepakat untuk mendorong," ujar Erick selepas jumpa pers di Kantor I.League, Jakarta, Selasa, 11 Agustus.
Komitmen tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa PSSI tidak ingin sepak bola putri kembali mengalami kevakuman panjang seperti yang terjadi setelah kompetisi terakhir digelar pada 2019.
Bagi PSSI, keberlangsungan liga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan sepak bola putri secara menyeluruh. Erick menegaskan, sepak bola putri tidak pernah ditempatkan sebagai prioritas kedua dalam kepengurusan PSSI saat ini.
Baca Juga: Pertimbangan Enzo Maresca Enggan Jadikan Erling Haaland Kapten Manchester City
Ia menyebut lahirnya kembali IWL merupakan hasil dari proses panjang yang tidak hanya berfokus pada Timnas Indonesia Putri. PSSI juga membangun fondasi melalui kompetisi usia dini dan memperluas jumlah pemain yang masuk dalam ekosistem pembinaan.
Kompetisi kelompok usia mulai U-8, U-10, U-12, U-15 hingga U-18 terus didorong untuk menciptakan jalur perkembangan pemain sejak usia dini.
PSSI juga mendorong turnamen seperti Srikandi Cup sebagai bagian dari upaya memperbanyak kesempatan bertanding level internasional bagi pesepakbola putri.
Baca Juga: Ngebet Berseragam Barcelona, Julian Alvarez Cari Jalan Keluar dari Atletico Madrid
Erick menilai, pembangunan Timnas Indonesia Putri tidak mungkin berjalan maksimal apabila tidak ditopang kompetisi yang rutin dan berjenjang.
"Bahwa tidak mungkin pembangunan Tim Nasional itu tanpa pembangunan kompetisi grassroot yang sudah kita lakukan beberapa tahun ke depan," tegasnya.
Dari kompetisi usia dini, pemain diharapkan terus berkembang hingga memasuki level senior. IWL kemudian menjadi salah satu mata rantai penting untuk memastikan pemain memiliki wadah kompetisi setelah melewati jenjang pembinaan usia muda.
Baca Juga: Ngebet Berseragam Barcelona, Julian Alvarez Cari Jalan Keluar dari Atletico Madrid
Semakin banyak kompetisi yang tersedia, semakin besar pula talent pool yang dapat dipantau PSSI. Kondisi tersebut memberikan lebih banyak pilihan ketika tim nasional membutuhkan pemain untuk berbagai kelompok usia.
"IWL tidak hanya diproyeksikan sebagai kompetisi antarklub. Liga menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan pembinaan usia dini, kompetisi senior, hingga kebutuhan Timnas Indonesia Putri," tambah Erick.