Suporter Away Kembali, I.League Siapkan Sobat Liga untuk Deteksi Identitas Penonton

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menjelaskan tentang kompetisi baru liga putri, Indonesia Women's League (IWF) yang akan mulai bergulir 17 Oktober hingga 31 Januari 2027.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menjelaskan tentang kompetisi baru liga putri, Indonesia Women's League (IWF) yang akan mulai bergulir 17 Oktober hingga 31 Januari 2027.

SportlinkNews - Kembalinya suporter tandang ke stadion pada kompetisi Super League musim depan dibarengi dengan sistem pengamanan yang lebih ketat.

I.League menyiapkan ticketing terintegrasi melalui aplikasi Sobat Liga untuk membantu mengontrol sekaligus mengidentifikasi penonton yang hadir di stadion.

Sistem tersebut menjadi bagian dari transformasi yang dilakukan I.League setelah adanya persetujuan untuk kembali menghadirkan suporter tim tamu. Pembelian tiket tidak lagi sekadar transaksi, tetapi terhubung langsung dengan identitas suporter.

Baca Juga: Kembali ke Manchester United, Marcus Rashford Pakai Nomor 14

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengatakan sistem tersebut telah diverifikasi oleh pihak kepolisian, disosialisasikan kepada klub peserta, dan menjalani tahap uji coba.

"Keunggulannya adalah sistem pembelian tiket yang lebih aman, karena terintegrasi dengan data identitas suporter. Tiket tidak diperjualbelikan lagi, hanya bisa digunakan oleh suporter yang telah terdaftar," ujar Ferry kepada media, di Kantor ILeague, Jakarta, Selasa, 11 Agustus.

Dengan mekanisme tersebut, I.League memiliki data yang lebih jelas mengenai siapa saja yang masuk ke stadion.

Baca Juga: Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam Digulingkan, Donald Trump Kasih Peringatan

Kondisi itu diharapkan dapat mengurangi potensi penyalahgunaan tiket sekaligus mempermudah proses identifikasi apabila terjadi persoalan di dalam maupun sekitar stadion.

Sistem Sobat Liga sendiri sebenarnya telah diluncurkan sejak akhir April 2025. Namun, penggunaannya untuk tiket suporter tandang baru mendapat momentum setelah adanya lampu hijau dari FIFA terkait kehadiran suporter away pada kompetisi Super League musim depan.

Ferry menyebut penerapan sistem tersebut merupakan bagian dari upaya membangun standar baru dalam pengelolaan pertandingan, khususnya terkait keamanan dan mobilitas suporter.

Baca Juga: Pertimbangan Enzo Maresca Enggan Jadikan Erling Haaland Kapten Manchester City

"Sistem ini sudah kami bangun selama satu tahun berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Kami akan coba sistem dengan ticketing away, agar suporter tim-tim besar khususnya tidak kesulitan," katanya.

Sobat Liga juga tidak dirancang untuk bersaing dengan aplikasi ticketing yang telah dimiliki sejumlah klub. Sistem tersebut justru diproyeksikan dapat terhubung dengan mekanisme penjualan tiket klub sehingga data pembeli tetap dapat tersinkronisasi.

Dengan begitu, tiket yang dibeli seorang suporter bukan lagi sekadar tanda masuk ke stadion. Identitas pemilik tiket menjadi bagian dari sistem pengawasan yang memungkinkan penyelenggara mengetahui asal dan data penonton.

Baca Juga: Ngebet Berseragam Barcelona, Julian Alvarez Cari Jalan Keluar dari Atletico Madrid

Kehadiran suporter tandang sendiri diyakini dapat memberikan warna baru bagi kompetisi. Dukungan dari kedua kubu diharapkan meningkatkan atmosfer pertandingan sekaligus menghadirkan tekanan kompetitif bagi tim yang bertanding.

Namun, izin suporter away tidak berlaku mutlak untuk seluruh pertandingan. Faktor keamanan tetap menjadi pertimbangan utama dan keputusan akhir berada di tangan kepolisian melalui mekanisme perizinan pertandingan.

Ferry menegaskan pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi atau yang berdasarkan informasi intelijen memiliki potensi kerawanan dapat digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu.

Baca Juga: Napoli Sepakat Jual Romelu Lukaku ke Fenerbahce

Seperti laga Arema FC melawan Persebaya serta Persija menghadapi Persib sebagai laga yang berpotensi mendapatkan perlakuan khusus dari sisi kehadiran suporter tandang.

Dengan kombinasi ticketing berbasis identitas dan penilaian keamanan dari kepolisian, I.League berharap kembalinya suporter tandang tidak menjadi celah baru bagi persoalan keamanan.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

I.League Sudah Cabut Larangan Suporter Tandang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB
X