liga-indonesia

Klub Peserta Optimistis IWL Jadi Fondasi Baru Sepak Bola Wanita Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:59 WIB
Commercial and Operational Director Persita, Evelyn Chaty.

SportlinkNews - Indonesia Women’s League (IWL) 2026/27 mulai dipandang bukan sekadar kompetisi baru, tetapi sebagai pijakan untuk membangun masa depan sepak bola wanita Indonesia.

Klub peserta menilai kehadiran liga yang dijadwalkan bergulir mulai 17 Oktober 2026 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pemain putri untuk berkembang secara profesional.

Commercial and Operational Director Persita, Evelyn Chaty, menyambut positif lahirnya IWL setelah cukup lama kompetisi sepak bola wanita belum memiliki keberlanjutan yang konsisten.

Baca Juga: Usai Operasi Lutut, Marselino Ferdinan Fokus Pulih dan Kembali Lebih Kuat

Menurutnya, keberadaan liga memberikan kepastian bagi pemain dan pelatih untuk memiliki jalur karier yang lebih jelas.

"Hadirnya Indonesia Women’s League merupakan langkah yang sangat penting bagi perkembangan sepak bola wanita di Indonesia," ujar Evelyn di Jakarta, Jumat, 14 Agustus.

Bagi Persita, IWL tidak berhenti pada urusan pertandingan. Kompetisi tersebut dinilai harus menjadi bagian dari proses panjang untuk membentuk ekosistem yang sehat, mulai dari pembinaan pemain, profesionalisme klub hingga peluang bisnis.

Baca Juga: PSIM Jogja Lakukan Pembenahan Lampu Stadion Sultan Agung Demi Kenyamanan Pertandingan Super League

Evelyn juga menilai keberlanjutan menjadi kunci. Regulasi dan kebijakan kompetisi, menurut dia, perlu disusun dengan mempertimbangkan kemampuan klub menjalankan operasional secara sehat, termasuk dari sisi finansial.

Ia turut memberikan dukungan terhadap mekanisme drafting pemain yang diterapkan pada musim perdana.

Sistem tersebut dinilai bisa menjaga persaingan tetap berimbang di antara enam klub peserta, dengan catatan prosesnya berlangsung transparan dan memberikan kesempatan yang adil.

Baca Juga: Oscar Bruzon Langsung Tancap Gas, Kenalkan Gaya Permainannya ke Skuat Bhayangkara FC

Sementara itu, penggunaan satu stadion sebagai lokasi pertandingan sepanjang kompetisi perdana juga dianggap sebagai pilihan yang masuk akal.

Format centralized stadium di Stadion Soemantri Brodjonegoro dinilai dapat memangkas persoalan logistik sekaligus menjaga standar penyelenggaraan pertandingan.

Persita pun menyatakan kesiapannya membangun lingkungan yang lebih profesional bagi pemain. Hal tersebut mencakup kontrak, fasilitas latihan, layanan medis, kebutuhan nutrisi hingga pengelolaan tim.

Baca Juga: Garuda Pertiwi U-16 Turunkan Skuad Terbaik, Bidik Kemenangan atas Arab Saudi

Optimisme serupa datang dari Owner Persikad, Dolly Abdullah. Ia melihat IWL sebagai proyek yang sejak awal sudah melibatkan berbagai pihak dalam sepak bola nasional.

"Gagasan yang positif dari PSSI, Pak Erick, Bu Vivin, para Exco dan juga I-League karena Persikad sudah dilibatkan sejak awal kelahiran IWL," ungkapnya.

Menurut Dolly, drafting pemain menjadi salah satu instrumen penting pada tahap awal kompetisi.

Baca Juga: Garuda Pertiwi Siap Jajal Kekuatan Arab Saudi di Laga Pertama Grup Srikandi Merdeka Cup

Pembagian pemain secara merata diharapkan membuat kekuatan enam klub lebih berimbang sekaligus memberikan ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

"Dengan drafting dan pembagian pemain timnas akan terjadi keseimbangan, serta pembinaan berkelanjutan bagi pemain-pemain muda putri," tambahnya.

Dolly juga melihat konsep centralized stadium dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, pertandingan yang terpusat bukan hanya membantu klub menekan biaya, tetapi juga bisa menciptakan pusat aktivitas baru yang memiliki nilai komersial.

Baca Juga: Shin Tae-yong Geber Pemain Persija di Pemusatan Latihan di Thailand

"Bermain dengan sistem centralized ini bagus dalam banyak hal. Pertama, menekan cost, kedua kita bangun ekosistem baru di Soemantri sehingga akan menjadi hub. Ketiga itu juga bagus untuk sponsor," tuturnya.

Konsep tersebut bahkan dinilai dapat membuat IWL hadir layaknya sebuah festival olahraga.

Pertandingan bisa dipadukan dengan aktivitas sponsor dan berbagai kegiatan pendukung sehingga menciptakan pengalaman yang lebih menarik bagi penonton sekaligus membuka peluang komersial bagi klub dan operator.

Baca Juga: Persebaya Vs Penang FC: Ramadhan Sananta Tahu Karakter Permainan Lawan

Persikad sendiri menyatakan siap memenuhi standar profesional yang ditetapkan untuk mengikuti kompetisi. Klub menyiapkan kebutuhan pemain mulai dari kontrak, gaji, tempat tinggal hingga program latihan.

Dukungan subsidi dari operator dan PSSI disebut cukup untuk membantu klub melewati musim pertama. Namun, Persikad tetap menyiapkan strategi pemasaran untuk mendapatkan mitra komersial yang sesuai.

Tags

Terkini