SportlinkNews - Pertarungan Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027 di Jakarta mulai mendapat perhatian serius dari sisi keamanan.
Hingga saat ini, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi masih menunggu perizinan dari pihak Mabes Polri turun.
Direktur Utama LIB Ferry Paulus memastikan koordinasi dengan pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dan kepolisian terus dilakukan menjelang duel sarat rivalitas tersebut.
Baca Juga: Tekanan Ada di Vietnam, Thailand Siap Tampil Tanpa Beban pada Final Leg Kedua Piala AFF
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 12 September 2026 itu menjadi salah satu laga yang membutuhkan persiapan pengamanan lebih matang. Terlebih, duel Persija dan Persib selalu memiliki tensi tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Meskipun masih menunggu, tetapi menurut Ferry, sejauh ini pihak GBK dan kepolisian di wilayah setempat secara lisan telah menyampaikan kesiapan untuk menggelar pertandingan.
"Yang tidak kalah penting, kita juga minta persetujuan kepolisian untuk masalah rivalitas Persija versus Persib. Pada prinsipnya, dari GBK dan pihak kepolisian setempat sudah menyatakan kesiapannya," ucapnya usai RUPS Tahunan dan Luar Biasa 2026 di Jakarta, Rabu, 26 Agustus.
Baca Juga: Persib Hadapi Manila Digger, Uilliam Barros Terpaksa Absen
Menurut Ferry, keputusan menempatkan laga tersebut pada 12 September bukan tanpa pertimbangan. LIB sengaja menjadwalkannya lebih awal agar penggunaan GBK dapat dipastikan sejak jauh hari sekaligus memberikan ruang bagi kepolisian menyiapkan skema pengamanan.
Untuk perizinan, proses pengajuan sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Namun, penerbitan izin sempat tertunda karena Mabes Polri tengah memusatkan perhatian pada penanganan persoalan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ferry menyebut, secara lisan kepolisian telah memberikan sinyal positif dan izin pertandingan diharapkan segera diterbitkan. "Secara lisan pihak kepolisian telah menyatakan kesiapan untuk menggelar pertandingan tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Janji Selebrasi Dansa Kim Sang-sik Mengiringi Ambisi Vietnam Pertahankan Gelar Piala AFF
LIB juga berharap situasi menjelang pertandingan tetap kondusif. Termasuk kemungkinan adanya aksi demonstrasi yang sedang ramai di Jakarta, yang dikhawatirkan dapat mengganggu proses perizinan.
Di sisi lain, LIB kembali membuka peluang kehadiran suporter tandang pada musim 2026/2027. Namun, kebijakan tersebut akan diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi setiap pertandingan, termasuk laga Persija kontra Persib yang berpotensi memiliki tensi tinggi.
Ferry mengatakan, evaluasi akan dilakukan dari laga ke laga dengan pendekatan berupa pendampingan dan penguatan koordinasi bersama klub serta kelompok suporter.
Baca Juga: Ferrari Berikan Penghormatan kepada Michael Schumacher di Grand Prix Italia di Monza
"Day by day, pertandingan per pertandingan kita pasti akan melakukan evaluasi. Tetapi evaluasi itu lebih kepada reinforcement, penyegaran, pendampingan, dan asistensi saja," tuturnya.
Menurut Ferry, pengalaman sejumlah pertandingan sebelumnya menjadi modal bagi LIB dalam menerapkan kebijakan tersebut. Beberapa hubungan antarsuporter, termasuk dalam pertemuan klub-klub yang memiliki rivalitas, dinilai mampu berjalan harmonis.
Pengalaman tersebut juga menjadi bahan yang disampaikan LIB kepada PSSI dan FIFA dalam pembahasan mengenai penerapan suporter tandang.
Baca Juga: Fermin Aldeguer Bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team Mulai 2027
Mulai musim ini, tanggung jawab utama atas kehadiran suporter tandang akan berada pada klub masing-masing.
Sementara apabila terjadi pelanggaran, kewenangan menjatuhkan hukuman tetap berada di tangan Komite Disiplin dan badan yudisial terkait. LIB akan menjalankan fungsi pengawasan, pendampingan, dan asistensi agar regulasi suporter dapat diterapkan secara aman.