Ia mulai dengan kepemilikan 40 persen sebelum kemudian menguasai 77,49 persen saham dan menjadi pemegang saham mayoritas pada akhir tahun yang sama.
Baca Juga: Lawan Timnas Indonesia Jadi Misi Hidup Mati China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kebetulan, Lyon juga akan tampil di Liga Europa 2025-2026 setelah finis di posisi keenam Ligue 1.
Hal ini memicu potensi pelanggaran terhadap aturan UEFA yang melarang dua klub dengan pemilik yang sama berlaga dalam satu kompetisi Eropa pada musim yang sama.
Jika terbukti melanggar, Crystal Palace bisa dilarang tampil di Liga Europa.
Baca Juga: Usai Rayakan Kemenangan Persib, Ahmad Agung Kembali ke Persik
Kemungkinan untuk turun ke UEFA Conference League juga tertutup karena tiket dari Premier League sudah diamankan oleh Nottingham Forest yang finis di peringkat ketujuh.
Sementara itu, Palace hanya menempati peringkat ke-12 pada klasemen akhir.
Saat ini, pihak Crystal Palace tengah berupaya menjelaskan situasi tersebut kepada UEFA dengan harapan tetap bisa mempertahankan tempat mereka di Liga Europa.
Baca Juga: Beckham Putra Fokus Berlatih Demi Memuluskan Rencana Patrick Kluivert
Namun, apabila UEFA menolak argumen tersebut, posisinya kemungkinan besar akan diambil alih oleh Brighton & Hove Albion, yang menutup musim di peringkat kedelapan.
Artikel Terkait
Suporter Timnas Indonesia Harus Waspada Jangan Terjebak Tindakan Emosional dan Provokasi China
Jadwal Pertandingan dan Siaran Langsung Kualifikasi Piala Dunia 2026 Duel Timnas Indonesia vs China
Tekad Kuat Arema FC Musim Depan, Pertahankan Skuad Terbaik Demi Gelar Liga 1 2025/2026
Putri Kusuma Wardani Dapat "Durian Runtuh", ke-16 Besar Berkat Menang WO
Debut Manis Super 1000 Jafar/Felisha di Indonesia Open 2025