SportlinkNews - Chelsea vs Arsenal, lebih dari sekadar pertarungan antara dua klub London, Minggu 30 November 2025.
Arsenal berada dalam performa yang baik, tapi Chelsea asuhan Enzo Maresca tiba-tiba menjadi penantang terdekat.
Jika Maresca menang, selisih poin akan berkurang menjadi tiga poin dan persaingan gelar juara yang sesungguhnya akan dimulai kembali.
Baca Juga: Mansion Sports FC Hidupkan Antusiasme Premier League Lewat FPL 2025
1. Bola Mati: Tumit Achilles Chelsea
Arsenal telah menjadi 'raja bola mati' Liga Primer dengan 10 gol (tidak termasuk penalti), dan mereka baru saja membuktikan ancaman tersebut saat melawan Bayern Munich.
Namun, yang jarang disadari adalah Chelsea juga sangat efektif, mencetak 8 gol dari bola mati (tertinggi kedua di liga). Arsenal harus waspada agar tidak dikalahkan oleh kekuatan mereka sendiri.
Namun, pertahanan bola mati jelas merupakan kelemahan Chelsea. Arsenal sangat piawai dalam bertahan dari situasi bola mati, hanya kebobolan 24 tembakan.
Baca Juga: Statistik Masih 'Kejam' untuk Chelsea Jelang Derby London Kontra Arsenal
Chelsea, sebaliknya, hanya kebobolan 6,2 xG (target gol) dari situasi bola mati, rekor terburuk kedua di liga. 6,2 xG tersebut mewakili 43,5% dari total xG yang diterima The Blues musim ini – tertinggi di Liga Primer.
Empat gol Chelsea dari situasi bola mati musim ini semuanya merupakan pukulan telak yang membuat mereka kehilangan poin: lemparan ke dalam yang jauh melawan Sunderland, tendangan sudut di menit ke-92 melawan Brighton, tendangan sudut melawan Man United, dan lemparan ke dalam yang jauh di menit terakhir melawan Brentford.
Ini adalah kelemahan yang jelas yang tak akan ragu dieksploitasi oleh Arsenal, sang juara situasi bola mati.
Baca Juga: Data dan Fakta Menarik Seputar Derby London Chelsea vs Arsenal di Liga Primer Inggris
2. Pertarungan "100 juta": Caicedo vs Rice
Artikel Terkait
Jelang Duel Chelsea vs Arsenal, Mikel Arteta: Kami Sepenuhnya Siap untuk Derby London
Derby London: Momen Epik dalam Sejarah Pertandingan Chelsea vs Arsenal
Milan 1-0 Lazio: Kekacauan di Pinggir Lapangan Diwarnai Dua Kartu Merah
Agus Rasyid Terpilih Jadi Ketua KONI Banten, Sinyal Kuat Harapan Terhadap Percepatan Transformasi
Juventus 2-1 Cagliari: Spalletti Merefleksikan Kemenangan & Memuji Kualitas Yildiz sebagai Pengubah Permainan