Menurutnya, Salah justru menjadi sasaran kritik berlebihan dalam beberapa waktu terakhir meski kontribusinya tidak pernah surut.
Merson menilai kritik yang diarahkan kepada Salah tidak adil, mengingat selama bertahun-tahun penyerang berusia 33 tahun itu menjadi motor utama kebangkitan Liverpool di berbagai kompetisi.
Dalam pandangannya, wajar jika Salah menunjukkan rasa kecewa ketika didudukkan di bangku cadangan, terlebih ketika penampilannya masih tergolong produktif.
“Saya berada di pihak Mo Salah. Saya pikir dia terlalu banyak dikritik."
Baca Juga: Update Perolehan Medali SEA Games Thailand 2025, Singapura Buntuti Indonesia
"Mungkin dia seharusnya tidak melakukan apa yang dia lakukan, tetapi dia adalah manusia,” ujarnya dalam program Sky Sports.
Ia menambahkan bahwa keinginan Salah untuk bermain seharusnya tidak menjadi alasan untuk disalahkan.
“Yang dia lakukan hanyalah mengatakan dia ingin bermain sepak bola. Dia marah karena dia tidak bermain."
Baca Juga: Curry Siap Comeback, Warriors Sambut Kembali Sang Mesin Poin
"Bagaimana mungkin dia dihujat karena hal itu?" sambungnya.
Merson juga merasa ada beberapa pemain Liverpool lain yang layak dicadangkan lebih dulu ketimbang Salah.
“Ada pemain lain di tim yang bisa saja dicadangkan dan dia mungkin berpikir 'Kita tidak terlalu bagus dan saya tidak akan bermain'. Menurut saya itu salah,” lanjutnya.
Baca Juga: Emas dan Rekor Asia: Delima Yunia Bersinar di Asian Youth Para Games 2025
Merson mengingatkan bahwa tanpa kontribusi Salah, Liverpool mungkin tidak akan meraih banyak gelar dalam beberapa musim terakhir.
Artikel Terkait
Semen Padang Bekerja Keras Sepanjang Jeda Kompetisi, Dua Pemain Asing Baru Diperkenalkan
Putri KW Jadi Satu-Satunya Wakil Tunggal Putri Indonesia di Semifinal SEA Games 2025
Hadapi Pasangan Thailand di Semifinal SEA Games 2025, Begini Reaksi Jafar/Felisha
Jafar/Felisha Pastikan Medali dan Melaju ke Semifinal SEA Games 2025
PSM Makassar Kehilangan Satu Pemain Asingnya, Lucas Dias Serafim Terpaksa Pulang Kampung