Liga Inggris Hormati Pesepakbola Muslim, Pertandingan Dihentikan Sejenak Saat Magrib Tiba

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 18 Februari 2026 | 10:39 WIB
Jeda Ramadan akan kembali diterapkan di seluruh ajang sepak bola Inggris.
Jeda Ramadan akan kembali diterapkan di seluruh ajang sepak bola Inggris.

SportlinkNews - Selama bulan Ramadan atau puasa Liga Primer Inggris mengeluarkan kebijakan khusus. Setiap pertandingan akan dihentikan sejenak agar pesepakbola Muslim dapat berbuka puasa.

Matahari di Inggris terbenam berkisar antara pukul 17:00 hingga 19:00 GMT selama Ramadan kali ini.

Pertandingan yang mungkin mengalami penghentian untuk jeda berbuka puasa adalah, laga hari Sabtu pukul 17:30 dan pertandingan hari Minggu pukul 16:30.

Baca Juga: Vinicius Jr Kembali 'Berperan sebagai Agen', Szoboszlai Jadi Target Berikutnya Madrid?

Seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, kapten dua tim yang tengah bertanding, bersama wasit, akan mencari jeda alami dalam pertandingan, misalnya saat tendangan gawang, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam.

Sebelum laga dimulai, dua kesebelasan yang bertanding dan wasit akan memutuskan apakah jeda tersebut diperlukan. Mereka juga akan menyepakati jumlah waktu untuk jeda tersebut.

Yang harus digarisbawahi, aturan jeda itu bukan untuk istirahat minum bagi seluruh pemain, atau jeda untuk membahas strategi.

Baca Juga: LeBron James di Persimpangan Karier, Los Angeles Lakers Siap Buka Pintu Musim ke-24

Pada tahun 2021, sebuah kesepakatan dibuat untuk mengizinkan pemain Muslim berbuka puasa selama pertandingan Liga Primer.

Jeda berbuka puasa yang pertama, terjadi dalam pertandingan antara Leicester City dan Crystal Palace pada April 2021. Pertandingan dihentikan sementara saat tendangan gawang di sekitar menit ke-30.

Selama jeda pada laga itu, Wesley Fofana dari Leicester dan Cheikhou Kouyate dari Crystal Palace berbuka puasa dengan air putih dan gel energi.

Sejumlah bintang di Liga Primer yang beragama Islam dan akan memanfaatkan jeda itu, antara lain adalah Amad Diallo dari Manchester United, Mohamed Salah dari Liverpool, William Saliba dari Arsenal, dan bek sayap Manchester City, Rayan Ait-Nouri.

Baca Juga: Galatasaray 5-2 Juventus: Bencana Cabal Hancurkan Peluang Play-Off Liga Champions

"Di Liga Premier Inggris, Anda bebas melakukan apa pun yang sesuai dengan kayakinan Anda. Mereka tidak akan pernah melakukan apa pun yang bertentangan dengan keyakinan Anda dan ini bagus," kata mantan pemain Everton, Abdoulaye Doucoure, kepada BBC Sport pada tahun 2023.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: BBC

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X