SportlinkNews - UEFA mengumumkan keputusan sementara kepada penyerang Benfica, Gianluca Prestianni, menyusul dugaan insiden rasial terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga playoff Liga Champions.
Prestianni dilarang tampil satu pertandingan di kompetisi klub UEFA, yang berarti ia absen pada leg kedua di Madrid. Hukuman ini bersifat sementara sembari penyelidikan terus berjalan.
Insiden terjadi pada leg pertama di Lisbon, 17 Februari lalu. Vinicius melaporkan ucapan Prestianni kepada wasit Francois Letexier tak lama setelah mencetak gol kemenangan timnya.
Baca Juga: Revolusi Sport Science: AI Prediksi Kelelahan Pemain Muslim di Bulan Ramadan
Pemain asal Brasil itu mengklaim lawannya memanggilnya "monyet".
UEFA kemudian menunjuk Inspektur Etika dan Disiplin untuk menyelidiki potensi pelanggaran Pasal 14 Regulasi Disiplin, yang mengatur sanksi terhadap tindakan diskriminatif.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menyebut terdapat "pelanggaran prima facie terhadap Pasal 14", sehingga Komite Kontrol, Etika, dan Disiplin (CEDB) memutuskan menjatuhkan larangan satu laga.
Baca Juga: Garuda Pertiwi Bertolak ke Negeri Gajah Putih, Bidik Prestasi di ASEAN 2026
"Berdasarkan laporan sementara Inspektur Etika dan Disiplin, CEDB menjatuhkan skors satu pertandingan kepada Gianluca Prestianni atas dugaan pelanggaran Pasal 14 terkait perilaku diskriminatif," tulis UEFA.
"Keputusan ini tidak mengesampingkan putusan apa pun yang mungkin dibuat setelah penyelidikan selesai."
Istilah prima facie merujuk pada adanya dasar awal yang cukup untuk mengambil tindakan, meski belum menjadi kesimpulan final.
Baca Juga: Sindiran Misterius Rosenior Usai Chelsea Ditahan Burnley, Siapa Pemain yang Disasar?
Berdasarkan Pasal 14, pelanggaran diskriminasi dapat berujung sanksi minimal 10 pertandingan atau hukuman lain yang dianggap layak.
Bantahan Keras
Prestianni langsung membantah tuduhan tersebut. Melalui akun Instagram-nya, ia menulis:
"Saya ingin klarifikasi bahwa saya tidak pernah melontarkan hinaan rasialis kepada Vini Jr, yang sayangnya salah paham dengan apa yang dia dengar."
Baca Juga: Debut Singkat Dion Markx Jadi Langkah Awal Adaptasi di Persib dan Liga Indonesia
"Saya tidak pernah bersikap rasialis terhadap siapa pun dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari pemain Real Madrid."
Benfica juga mengambil sikap tegas dan berencana mengajukan banding.
"Klub menyesalkan kehilangan pemainnya sementara proses penyelidikan masih berlangsung dan akan mengajukan banding terhadap keputusan UEFA ini," tulis pernyataan resmi klub.
Baca Juga: Bola Mati Jadi Pembeda, Pena Kecewa Persita Tak Raih Hasil
Benfica menambahkan bahwa mereka tetap berkomitmen memerangi rasisme dan diskriminasi, nilai yang "menjadi bagian dari identitas historisnya", seraya menyinggung legenda klub Eusebio sebagai simbol keberagaman.
Di sisi lain, kubu Real Madrid memiliki versi berbeda. Kylian Mbappe menyebut Prestianni mengucapkan kata "mono" sebanyak lima kali.
Sementara Aurelien Tchouameni mengklaim sang pemain Argentina sempat berdalih bahwa ucapannya disalahpahami.
Baca Juga: Sosok di Balik Dream Team Persija, Harianto Badjoeri Berpulang
Kasus ini kini menjadi sorotan luas di Eropa. Putusan final UEFA akan sangat menentukan, mengingat isu rasisme masih menjadi perhatian serius dalam kompetisi antarklub benua biru. Untuk sementara, Prestianni harus menepi.
Artikel Terkait
Sneijder Geram, Otamendi Pamer Tato Piala Dunia ke Vinicius Jr
Vinicius Jr Disasar Rasisme, Presiden FIFA Nelangsa
Real Madrid Keluarkan Pernyataan Terkait Dugaan Pelecehan Rasial terhadap Vinicius Junior
Portugal Resmi Selidiki Dugaan Rasisme terhadap Vinicius Jr di Liga Champions
Real Madrid Digulung Osasuna, Vinicius Junior Paling Menonjol yang Lain Melempem