SportlinkNews - Chelsea dipastikan menyudahi kompetisi musim ini tanpa raihan satu pun trofi menyusul kekalahan tipis pada partai puncak Piala FA melawan Manchester City. Hasil minor dalam laga final tersebut sekaligus memperkecil peluang skuad asal London Barat untuk dapat mengamankan tiket menuju kompetisi Eropa musim depan.
Pertandingan penentu yang digelar di Stadion Wembley pada Sabtu (16/5) malam WIB tersebut berakhir dengan skor 0-1 untuk keunggulan Manchester City. Gawang The Blues bobol pada menit ke-71 melalui aksi penyerang sayap, Antoine Semenyo.
Keterpurukan di Piala FA melengkapi catatan buruk klub di panggung Liga Primer Inggris karena masih menempati peringkat sembilan dengan koleksi 49 poin. Chelsea juga belum mampu memutus tren negatif setelah gagal menang di lima laga liga terakhir dengan rincian empat kekalahan dan satu hasil imbang.
Baca Juga: Mendominasi Permainan Dewa United Banten FC Terpuruk di Kandang Persis Solo
Kendati tren performa tim sedang merosot tajam, pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, menolak untuk bersikap pesimistis mengenai masa depan skuadnya. Ia justru melihat adanya indikator positif dari aspek permainan anak asuhnya dalam dua pertandingan krusial terakhir di bawah arahannya.
Indikasi kebangkitan taktis tersebut diklaim terlihat saat Chelsea sukses menahan imbang juara bertahan Liga Primer, Liverpool, dengan skor 1-1. Penampilan solid dalam laga tersebut dinilai menjadi modal penting sebelum mereka melangkah ke partai final Piala FA untuk menantang Manchester City.
Saat menghadapi taktik Pep Guardiola di Wembley, para pemain Chelsea dinilai mampu memberikan perlawanan seimbang dan merepotkan barisan pertahanan lawan. Skuad London Barat berhasil membatasi kreativitas lini tengah lawan sebelum akhirnya kecolongan oleh gol tunggal yang dicetak oleh Semenyo.
Baca Juga: PSM Makassar Vs Persib, Igor Tolic: Pemain Siap Tempur Tidak Ada Waktu untuk Mengeluh
Berdasarkan catatan statistik di sepanjang pertandingan, Chelsea mampu melepaskan total lima tembakan dengan dua di antaranya mengarah tepat ke gawang. Komposisi permainan di lapangan juga menunjukkan perlawanan sengit di mana The Blues mencatatkan angka 44 persen dalam hal penguasaan bola.
"Menurut saya itu pertandingan yang seimbang. Kedua tim memiliki momen-momen penguasaan. Kedua tim memiliki momentum di waktu yang berbeda. Dua tim yang benar-benar bagus," kata McFarlane dikutip BBC.
"Saya sangat menghormati Manchester City dan apa yang telah mereka lakukan selama periode kesuksesan terakhir. Jadi, selamat kepada mereka terlebih dahulu. Hasil yang mengecewakan, tetapi pertandingan yang sangat seimbang."
Baca Juga: Perubahan Komposisi Pemain Bikin Persija Unggul, Witan Sulaeman: Kemenangan Ini untuk Jakmania
"Saya merasa kami bermain imbang melawan salah satu tim terbaik di dunia dan saya pikir tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua tim, dalam pertandingan semacam itu antara dua tim yang benar-benar bagus," ia melanjutkan.
Di sisi lain, masa depan klub diyakini segera membaik seiring kesepakatan kontrak empat tahun yang dengan Xabi Alonso untuk melatih Chelsea. McFarlane sangat optimistis suksesornya nanti akan mewarisi komposisi pemain yang memiliki fondasi mental serta kualitas teknis yang sangat mumpuni.
Artikel Terkait
Liverpool Mendekati Tempat di Liga Champions Usai Imbang dengan Chelsea
Chelsea Mendekati Xabi Alonso untuk Posisi Manajer yang Kosong
Chelsea Butuh Keajaiban untuk Tumbangkan Manchester City
Chelsea Tatap Final Piala FA di Tengah Tekanan, McFarlane Tetap Percaya Diri
Chelsea Resmi Tunjuk Xabi Alonso Sebagai Manajer Baru, Ikat Kontrak Empat Tahunres