Mo Salah Sindir Taktik Arne Slot, Legenda Liverpool Beri Kecaman Keras

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Selasa, 19 Mei 2026 | 17:46 WIB
Mohamed Salah layak disebut legenda hidup Liverpool (Liverpool FC)
Mohamed Salah layak disebut legenda hidup Liverpool (Liverpool FC)

SportlinkNews - Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, segera menyudahi masa baktinya di Stadion Anfield pada bursa transfer musim panas mendatang. Langkah mengejutkan pemain berusia 33 tahun tersebut tetap diambil olehnya meskipun ikatan kontraknya bersama pihak klub tercatat hingga 2027.

Keputusan hengkang yang bertepatan dengan momentum berakhirnya kompetisi musim 2025/26 ini langsung memicu gelombang polemik baru di kalangan publik sepak bola. Situasi internal klub semakin memanas setelah Salah secara terbuka melontarkan sebuah pernyataan kontroversial yang memicu perdebatan luas.

Ketegangan mencuat tidak lama setelah skuad The Reds menelan kekalahan telak dengan skor 2-4 dari Aston Villa dalam perebutan posisi zona Liga Champions. Selepas pertandingan krusial tersebut, Salah secara blak-blakan melayangkan sindiran tajam terhadap perubahan radikal taktik bermain tim di bawah kendali manajer Arne Slot.

Baca Juga: Witan Sulaeman Kembali Dipanggil Timnas untuk Ajang AFF 2026

Melalui pesan tertulisnya, pemain bernomor punggung 11 tersebut menegaskan bahwa identitas sejati milik Liverpool adalah gaya bermain ekspresif heavy metal. Filosofi permainan dengan intensitas tinggi tersebut merupakan warisan taktik yang sebelumnya ditanamkan secara kokoh oleh mantan manajer terdahulu, Jurgen Klopp.

Pernyataan menohok yang disebarkan melalui akun media sosial pribadi Salah langsung menuai berbagai macam respons dari internal tim. Sejumlah pilar penting di dalam skuad Liverpool saat ini hingga mantan rekan setimnya seperti Trent Alexander-Arnold turut memberikan tanggapan atas unggahan tersebut.

Kendati demikian, opini yang dilemparkan oleh top skor klub itu tidak sepenuhnya mendapatkan sambutan positif dari para pengamat sepak bola di Inggris. Sejumlah pandit senior justru menilai tindakan tersebut mencerminkan sikap arogan serta bentuk ketidakpatuhan terhadap kepemimpinan Arne Slot selaku pelatih.

Baca Juga: Penantian Panjang Made Tito Pecah di Laga Kontra Bhayangkara FC

"Dia (Mo Salah) adalah sosok yang diidolakan oleh setiap penggemar Liverpool sejak ia mengenakan seragam merah, dan dia selalu memberikan hati, jiwa, dan segalanya untuk Liverpool, para penggemar Liverpool, dan Liverpool Football Club," kata Steven Nicol, eks Liverpool, kepada ESPN.

Namun, Nicol langsung menyayangkan momentum penyampaian kritik tersebut yang dianggap tidak tepat dan berpotensi merusak keharmonisan tim di fase krusial. "Tetapi melakukan ini sekarang, tepat di akhir masa baktinya di Liverpool, saya pikir ini benar-benar gila."

Pria asal Skotlandia tersebut juga mengaku kebingungan dengan motif utama di balik aksi konfrontasi yang dilakukan oleh penyerang andalan klub tersebut. "Dan saya tidak mengerti. Apakah dia marah? Apakah dia marah pada manajer? Maksud saya, ayolah. Saya tidak mengerti mengapa dia melakukan ini."

Baca Juga: Putaran 2 Kejurnas Drag Race 2026 Digelar di Makassar, 326 Starter Siap Adu Cepat

Gelombang kritik tajam terhadap perilaku indisipliner Salah juga datang secara berturut-turut dari mantan pilar pertahanan Liverpool lainnya, Jamie Carragher. Pria yang kini aktif sebagai komentator televisi tersebut tanpa ragu melabeli tindakan sang pemain sebagai sebuah perbuatan yang sangat egois.

"Saya tidak terkejut. Saya sudah bilang ke semua orang, sesuatu yang lain akan terjadi sebelum akhir musim," ucapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: ESPN

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X