SportlinkNews - Manchester City mengambil sikap defensif dengan bersiap menyeret kandidat Presiden Real Madrid, Enrique Riquelme, ke jalur hukum. Langkah ini diambil manajemen The Citizens karena gerah terhadap manuver Riquelme yang secara terbuka berjanji akan memboyong Erling Haaland ke Santiago Bernabeu jika memenangkan pemilu.
Riquelme, yang menjadi penantang kuat petahana Florentino Perez, melontarkan janji bombastis itu dalam sebuah acara televisi di Spanyol. Ia bahkan nekat memamerkan jersi Real Madrid bernomor punggung sembilan dengan nama Haaland serta menyatakan ketertarikannya untuk turut membajak gelandang City, Rodri.
"Jika saya gagal memenuhi janji untuk mendatangkan salah satu dari pemain tersebut, saya telah menandatangani jaminan bahwa saya akan membayar 100 persen biaya keanggotaan musim depan," kata Riquelme dikutip dari ESPN.
Baca Juga: Manchester United Utus 13 Pemainnya ke Piala Dunia FIFA 2026 Ini Nomor Punggungnya
Tidak berhenti di situ, Riquelme juga mencoba menggoyang stabilitas internal Manchester City dengan mengembuskan rumor terkait isi kontrak Haaland. Ia juga mengklaim penyerang Norwegia tersebut memiliki klausul pelepasan dan tertarik untuk bergabung dengan Real Madrid.
Sadar bahwa spekulasi ini dapat mengganggu fokus tim, manajemen Manchester City langsung mengeluarkan tanggapan resmi yang bernada sangat keras. Melalui pernyataan tertulis, raksasa Liga Primer tersebut langsung menutup pintu spekulasi dan membantah narasi yang dibangun di Spanyol.
Klub yang bermarkas di Stadion Etihad ini menegaskan rumor transfer tersebut hanyalah isapan jempol yang sengaja diciptakan untuk memanaskan tensi politik di Madrid. "Informasi yang beredar dari Spanyol mengenai masa depan Erling Haaland tidak benar," ujar juru bicara Manchester City.
Baca Juga: Jersey Ikonik Pele di Final Piala Dunia 1958 Dihargai Fantastis
Pihak Manchester City juga merasa perlu meluruskan kesalahpahaman mengenai kontrak Haaland demi memagari aset berharga mereka dari gangguan luar. "Tidak ada kemungkinan hal tersebut terjadi dan tidak ada klausul dalam kontraknya yang memungkinkan hal itu."
Kemarahan Manchester City tampaknya sudah mencapai puncaknya karena menyangkut pelanggaran hak komersial pemain. Klub tersebut kini sedang mengkaji aspek legalitas dari tindakan Riquelme yang dinilai telah mengeksploitasi atribut pemain mereka tanpa izin.
Langkah hukum ini diambil untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi hak komersial serta reputasi para penggawa bintang mereka. "Kami sedang mempertimbangkan tindakan hukum atas penggunaan gambar pemain kami dalam konteks ini."
Baca Juga: Brasil Tak Diunggulkan di Piala Dunia 2026, Casemiro Malah Senang
Bantahan keras dari manajemen Manchester City sangat beralasan mengingat komitmen jangka panjang yang baru saja disepakati oleh Haaland. Eks Borussia Dortmund tersebut baru menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi 10 tahun bersama Manchester City pada Januari 2025.
Haaland sebenarnya juga sudah berulang kali menyatakan kesetiaannya kepada publik Manchester dalam berbagai kesempatan. Dalam wawancara dengan ESPN pada April lalu, ia juga menegaskan dirinya merasa sangat nyaman berada di Etihad Stadium.
Artikel Terkait
Bukan Jersey City Biasa: Manchester City dan Puma Luncurkan Jersey Kandang 2026/27
Pep Guardiola Resmi Berpisah dengan Manchester City Tinggalkan 20 Trofi dalam Satu Dekade
Pep Guardiola Beri Pesan Tegas Terkait Kriteria Manajer Baru Manchester City
Masa Depan di Manchester City Belum Jelas, Tijjani Reijnders Diincar Atletico Madrid