SportlinkNews - Hasil minor kembali diraih Liverpool dalam rangkaian pertandingan uji coba pramusim usai dipaksa menyerah oleh AS Monaco. Manajer The Reds, Andoni Iraola, terang-terangan menyebut anak asuhnya belum sanggup menjaga konsistensi level permainan sepanjang laga.
Pertandingan antara Liverpool dan AS Monaco tersebut berlangsung di Stadion Anfield pada Minggu (9/8) malam WIB. The Reds harus menyelesai pertandingan dengan kekalahan tipis 2-3 meski sempat berada di atas angin dengan keunggulan dua gol.
Liverpool sejatinya tampil sangat menjanjikan dengan memimpin 2-0 pada 30 menit pertama laga melalui torehan gol Alexander Isak dan Florian Wirtz. Namun, AS Monaco perlahan bangkit dan menipiskan selisih gol lewat eksekusi penalti Aleksandr Golovin pada menit ke-44.
Baca Juga: adidas dan Trinity Rodman Meluncurkan F50 Sparkfusion Edisi Khusus Terbaru
Memasuki interval babak kedua, Iraola mengambil keputusan untuk melakukan rotasi massal dengan mengganti sejumlah pilar utama Liverpool. Keputusan strategi tersebut sayangnya membuat ritme permainan memburuk hingga AS Monaco sukses melesakkan dua gol pembalik keadaan.
Hasil mengecewakan ini menjadi catatan kekalahan kedua secara beruntun yang dialami The Reds sepanjang persiapan pramusim. Sebelum ditundukkan AS Monaco, Liverpool juga sempat tumbang 2-4 dari Leeds United dalam skenario yang persis sama usai membuang keunggulan dua gol.
Iraola tidak menampik adanya benang merah dan kemiripan pola di balik dua kekalahan beruntun yang diderita timnya. Ia menyoroti ketidakmampuan para pemainnya dalam mempertahankan ritme serta stabilitas performa hingga peluit panjang dibunyikan.
Baca Juga: Xabi Alonso Terpaksa Menarik Austin MacPhee Menjauh dari Pertengkaran Sengit
Juru taktik asal Spanyol tersebut menilai performa impresif timnya hanya bertahan sebentar di awal laga. "Cukup mirip dengan pertandingan melawan Leeds," kata Iraola kepada LFC TV.
Iraola menyadari kondisi fisik dan tingkat kebugaran para pemainnya saat ini belum mencapai titik optimal. "Kami main bagus di babak pertama, khususnya selama 30 menit. Saat ini kami mungkin tidak punya lebih lagi, dalam hal level yang dibutuhkan untuk main seperti ini. Mereka pantas membalikkan keadaan," ujarnya.
Selain itu, Iraola menyoroti penurunan drastis performa tim yang sangat kontras jika dibandingkan dengan dua laga awal pramusim yang dimainkan. Perbedaan kualitas permainan menjadi sangat mencolok begitu penyegaran komposisi pemain mulai dilakukan di tengah pertandingan.
Baca Juga: Rumor Transfer: Barcelona Tingkatkan Upaya Rekrut Rodri dari Man City
"Kami memang di dua pertandingan pertama pramusim, tapi dua pertandingan terakhir kami tidak bisa mempertahankan level yang kami inginkan. Begitu kami melakukan beberapa perubahan, pemain mulai lelah dan kami tidak bisa mempertahankan level itu. Jadi kami punya pekerjaan rumah," ucapnya.
Rangkaian hasil negatif ini menjadi sinyal bahaya sekaligus evaluasi mendalam bagi jajaran pelatih jelang bergulirnya kompetisi musim 2026/27. Komposisi skuad serta ketahanan fisik pemain dipastikan menjadi fokus perbaikan utama dalam sisa pemusatan latihan.
Artikel Terkait
Liverpool FC Luncurkan Jersey Tandang Baru Musim 2026/27 Terinspirasi Model Era 1980-an
Rapuhnya Pertahanan Bola Mati Kembali Ancam Liverpool, Szoboszlai Bunyikan Alarm Bahaya
Soroti Kedalaman Skuad, Carragher Ragukan Peluang Juara Liverpool
Kesesuaian Taktik Jadi Alasan Utama Victor Munoz Mantap Pilih Liverpool
Liverpool Segera Resmikan Kedatangan Ronald Araujo dari Barcelona