SportlinkNews - Nasib buruk menimpa AC Milan setelah dipaksa bertekuk lutut di hadapan Udinese dengan skor mencolok 0-3 dalam laga lanjutan Serie A. Kekalahan telak di San Siro pada Sabtu (11/4/2026) malam WIB tersebut memperparah situasi internal Rossoneri yang kini tengah dilanda krisis performa.
Kegagalan meraih poin di kandang sendiri menjadi sinyal bahaya bagi Milan yang tampil tanpa arah sepanjang laga. Udinese berhasil memanfaatkan kelengahan tuan rumah untuk mencuri kemenangan besar sekaligus merusak atmosfer di markas besar Milan.
Demi mencari solusi atas kebuntuan tim, pelatih Milan, Massimiliano Allegri sebenarnya sempat mencoba merombak skema permainan dari sistem tiga bek menjadi formasi 4-3-3. Namun, perubahan taktikal tersebut nyatanya tidak memberikan dampak positif dan justru membuat permainan Milan semakin tidak berkembang.
Baca Juga: FIFA Luncurkan Kategori Tiket Mewah Baru untuk Piala Dunia 2026
"Tidak ada kaitannya dengan perubahan sistem," ujar Allegri kepada DAZN.
Hasil memilukan ini menambah panjang catatan hitam Milan yang seolah kehilangan taji sejak memasuki putaran kedua musim ini. Sektor penyerangan yang menjadi titik lemah utama kini mendapat sorotan tajam karena sudah terlalu lama tidak mampu mencetak gol.
"Ini momen sulit untuk tim. Kami sudah kalah tiga kali dalam empat pertandingan terakhir dan gagal mencetak gol di empat pertandingan di paruh kedua musim. Kalau Anda ada di empat besar, melewati empat laga tanpa mencetak gol itu tidak cukup bagus," keluh Allegri.
Baca Juga: Barcelona 4-1 Espanyol: Gelar Juara La Liga di Depan Mata
Bukan hanya lini serang yang bermasalah, koordinasi pertahanan AC Milan juga terlihat sangat rapuh menghadapi gempuran tim tamu. Kebobolan tiga gol di hadapan pendukung sendiri membuktikan adanya penurunan drastis dalam aspek disiplin dan konsentrasi pemain.
"Pertahanan kami tidak rapi karena kami terlalu sembrono," ucap Allegri. Ia menyayangkan sikap para pemainnya yang kurang sigap dalam mengantisipasi skema serangan lawan yang sebenarnya bisa dipatahkan sejak dini.
Allegri menyoroti bagaimana timnya gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain saat terjadinya gol kedua bagi Udinese. Kejadian tersebut dianggap sebagai bukti nyata bahwa para pemain Milan sedang tidak berada dalam kondisi mental yang stabil.
Baca Juga: Atalanta 0-1 Juventus: Boga Jadi Penentu dalam Laga Besar di Bergamo
"Kami tiga lawan satu di gol kedua. Kami harus kembali jadi rapi dan berpikir jernih, karena kami masih punya setiap kemungkinan untuk lolos ke Liga Champions," sambungnya sebagai upaya untuk memotivasi para pemainnya yang mulai goyah.
Kekalahan memalukan ini membuat perolehan poin Milan tertahan di angka 63 dari 32 pertandingan yang telah dilakoni. Meski masih menduduki urutan ketiga klasemen, posisi mereka kini berada dalam ancaman serius dari para pesaing di bawahnya.
Artikel Terkait
Isu Jadi Pelatih Baru Italia, Allegri Tetap Prioritaskan Besut AC Milan
Napoli 1-0 Milan: Politano Memilih Penantang Scudetto Baru
Milan Mengidamkan Lewandowski di Tengah Pencarian Striker Baru
Milan Makin Cemas, Hanya Enam Poin yang Memisahkan Posisi Ketiga dari Keenam
Milan 0-3 Udinese: Allegri Pasrah, Para Penggemar Berhak Mencemooh