SportlinkNews - Inter Milan mengunci gelar juara Serie A Italia musim 2025/26 setelah menumbangkan perlawanan Parma dengan skor meyakinkan 2-0. Keberhasilan menyegel trofi bergengsi ini terjadi pada laga yang digelar di hadapan publik sendiri pada Senin (4/5) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut membuat perolehan angka Nerazzurri menyentuh 82 poin yang sudah tidak mungkin lagi dikejar oleh kompetitor lainnya. Napoli yang berada di posisi kedua harus puas tertinggal dengan jarak 12 poin saat kompetisi hanya menyisakan tiga pertandingan.
Keberhasilan meraih Scudetto ini sekaligus menjadi pembuktian kualitas Cristian Chivu yang sempat diragukan saat pertama kali ditunjuk sebagai pelatih. Pria Rumania itu sukses membawa Inter meraih gelar di musim debutnya meskipun datang dengan modal pengalaman yang minim.
Baca Juga: Tim yang Mengalahkan Megawati, Kode Curang dalam Bola Voli Profesional Wanita, Tidak Lain Adalah …
Publik sebelumnya sempat mempertanyakan kapabilitas Chivu mengingat hanya memiliki rekam jejak melatih tim senior saat menukangi Parma. Itupun cuma setengah musim, meski ia mampu menjaga Gialloblu bertahan di Serie A sebelum akhirnya dipinang manajemen Inter.
Kini segala keraguan tersebut sirna setelah trofi juara dipastikan jatuh ke tangan klub yang bermarkas di San Siro tersebut. Presiden Inter Milan Beppe Marotta tampak mengaransi masa depan Chivu dengan memberikan apresiasi tinggi atas kinerjanya.
Marotta menegaskan komitmen klub untuk tetap bekerja sama dengan Chivu walau kontraknya baru berakhir pada 2027. Bagaimanapun, Inter telah membuktikan bahwa memilih Chivu tidak salah dalam upaya mengembalikan kejayaan klub.
Baca Juga: Deklarasi Bali Lahir, Indonesia Tegaskan Peran Motor Sport Diplomacy ASEAN
"Karena [mantan pelatih Inter Simone] Inzaghi juga memastikan penghentian kontrak dengan kesepakatan bersama pada Hari Senin, dan Hari Selasa kami memutuskan mengejar Chivu," kata Marotta dikutip dari DAZN.
Langkah manajemen menunjuk legenda klub tersebut diklaim bukan sekadar spekulasi namun didasari pada perhitungan taktis yang matang. Pihak klub melihat profil kepemimpinan yang sudah melekat pada diri Chivu sejak ia masih aktif merumput sebagai pemain profesional.
"Itu adalah pilihan berani sekaligus pilihan yang sudah dipertimbangkan dengan matang, karena Chivu sudah memiliki sejarah sebagai pemain yang memenangi treble di sini, jadi kapten Ajax di usia 21 tahun, juara dengan tim muda Inter sebagai pelatih, sekaligus mengamankan Parma," ucapnya.
Baca Juga: Hasil Super League: PSM Makassar Menang Tipis atas Bhayangkara FC
Manajemen Inter mengakui bahwa sepenuhnya memberikan dukungan moral maupun teknis untuk menutupi celah pengalaman sang juru taktik. Pihak klub merasa memiliki kewajiban untuk mendampingi Chivu agar bisa berkembang menjadi salah satu pelatih terbaik di dunia.
"Kami tidak ragu dengan kemampuan dia, jadi mungkin dia memang sedikit kurang pengalaman, tapi kami mendukung dia untuk menutup jarak ini," ungkapnya.
Artikel Terkait
Mengapa Inter Kini Tidak Bisa Meraih Scudetto Tanpa Bermain
Inter 2-0 Parma: Juara Italia Dinobatkan dengan Kemenangan!
Chivu Boleh Sombong, Klaim Sudah Tercatat dalam Sejarah Inter
Penampakan Spanduk Misterius Tifosi Setelah Inter Raih Scudetto Serie A: 14+7
Inter Juara Serie A San Siro Pecah