SportlinkNews - Kegagalan AC Milan menembus zona Liga Champions pada akhir musim 2025/26 langsung memicu keputusan ekstrem dari pihak manajemen klub. Manajemen I Rossoneri secara resmi memberhentikan Massimiliano Allegri dari kursi pelatih setelah periode keduanya di San Siro dianggap tidak memenuhi target.
Kepastian pemecatan ini menyusul hasil buruk pada pekan ke-38 Serie A saat Milan ditumbangkan Cagliari dengan skor 1-2 di kandang sendiri. Hasil minor tersebut membuat Milan terlempar dari posisi empat besar dan terpaksa harus berlaga di kompetisi Liga Europa pada musim depan.
Langkah tegas diambil oleh pemilik saham mayoritas RedBird, Gerry Cardinale, yang langsung melakukan pembersihan besar-besaran di jajaran direksi klub. Pengosongan jabatan ini menyisakan nama Zlatan Ibrahimovic sebagai satu-satunya figur lama yang bertahan dalam perannya sebagai penasihat khusus.
Baca Juga: Dimentori Rifat Sungkar, Tiga Pereli Wanita Siap Unjuk Kekuatan di Kejurnas Sprint Rally 2026
Tidak hanya Allegri yang didepak dari San Siro, tetapi sejumlah petinggi penting klub juga ikut dilepas dari jabatannya masing-masing. Jajaran yang diberhentikan tersebut meliputi CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, serta Kepala Pemandu Bakat Geoffrey Moncada.
Melalui situs resmi klub, pihak petinggi Milan mengungkapkan rasa kekecewaan yang mendalam atas kegagalan fatal pada laga pemungkas kontra Cagliari. Pemilik klub menegaskan bahwa target utama yang dibebankan sejak awal musim kompetisi adalah mengamankan tiket Liga Champions.
"Setelah kekecewaan tahun lalu, mandat yang ditetapkan oleh pemilik klub adalah untuk kembali ke Liga Champions dan membangun fondasi untuk meraih kemenangan secara konsisten di puncak Serie A," demikian pernyataan Milan.
Baca Juga: Prestasinya Pasang Surut, Emma Raducanu Meraup Rp 275 Miliar
Pihak manajemen juga menyayangkan penurunan performa tim yang drastis menjelang akhir musim kompetisi bergulir. Padahal, armada besutan Allegri tersebut sempat menunjukkan konsistensi yang cukup menjanjikan pada paruh pertama musim.
"Sebagian besar musim ini, kami berada di dua posisi teratas Serie A, dengan peluang yang cukup besar untuk bersaing memperebutkan Scudetto."
Penampilan buruk di sisa laga krusial dinilai telah merusak seluruh pencapaian yang sudah dibangun sejak awal musim. Kekalahan memalukan di hadapan pendukung sendiri menjadi puncak kekecewaan yang tidak bisa ditoleransi lagi oleh RedBird.
Baca Juga: Bojan Hodak Lengser, Igor Tolic Jadi Pelatih Kepala Persib yang Baru
"Periode akhir musim benar-benar tidak konsisten dengan performa hingga saat itu, dengan kekalahan mengecewakan tadi malam di pertandingan terakhir yang menjadikan musim ini sebagai kegagalan total."
Langkah radikal berupa pembersihan massal ini dipandang sebagai satu-satunya jalan untuk memulihkan kembali kejayaan klub di masa depan. Manajemen baru berkomitmen untuk segera menyusun ulang struktur operasional demi kesiapan tim menghadapi musim baru.
Artikel Terkait
AC Milan Hadapi Fase Krusial, Massimiliano Allegri Tuntut Profesionalisme Pemain
Demi Piala Dunia 2026, Chivu Kasih Dispensasi Pemain Inter Milan
Zlatan Ibrahimovic Diduga Beberkan Daftar Jual Pemain AC Milan
Ini Dia Tiga Nama Calon Pengganti Giorgio Furlani di AC Milan
Milan Dihajar Cagliari, Ini Reaksi Allegri: Semua Orang Tidak Menyangka