"Sekarang saatnya untuk perubahan dan reorganisasi menyeluruh dalam operasional sepak bola."
Baca Juga: Spurs Bangkit di Gim 4, Final Wilayah Barat Makin Panas
Pengumuman pemutusan hubungan kerja terhadap empat pilar penting di sektor teknis dan manajerial ini dilakukan secara bersamaan demi efisiensi klub. Kepergian para petinggi ini menandai dimulainya era revolusi total yang diusung oleh Gerry Cardinale.
"Mulai sekarang, kami berpisah dengan CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, Pelatih Kepala Massimiliano Allegri, dan Direktur Teknik Geoffrey Moncada."
Meskipun melakukan pemecatan massal secara agresif, pihak AC Milan tetap menyampaikan apresiasi formal atas kontribusi profesional yang telah diberikan para mantan staf. Penghargaan tersebut menutup lembaran kerja sama yang dinilai gagal memenuhi ekspektasi besar publik San Siro.
Baca Juga: Diputus Vodafone, Emma Raducanu Kehilangan Rp 66,8 Miliar
"Kami berterima kasih kepada mereka atas kerja keras dan dedikasi mereka kepada AC Milan selama masa jabatan mereka masing-masing."
Secara statistik, catatan performa taktis kepelatihan Allegri pada periode keduanya ini memang dinilai jauh dari kata memuaskan bagi klub sebesar Milan. Dari total 42 pertandingan yang dilakoni di seluruh kompetisi resmi, racikan strategi sang allenatore hanya mampu menghasilkan 22 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 10 kekalahan.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
AC Milan Hadapi Fase Krusial, Massimiliano Allegri Tuntut Profesionalisme Pemain
Demi Piala Dunia 2026, Chivu Kasih Dispensasi Pemain Inter Milan
Zlatan Ibrahimovic Diduga Beberkan Daftar Jual Pemain AC Milan
Ini Dia Tiga Nama Calon Pengganti Giorgio Furlani di AC Milan
Milan Dihajar Cagliari, Ini Reaksi Allegri: Semua Orang Tidak Menyangka