liga-italia

Emil Audero Terluka Kena Flare, Pelatih Cremonese Desak Ketegasan Otoritas

Selasa, 3 Februari 2026 | 23:47 WIB
Emil Audero ambruk di pinggir lapangan setelah terkena kembang api yang dilempar suporter Inter.

SportlinkNews - Kiper Cremonese Emil Audero menjadi korban aksi tidak terpuji suporter Inter Milan dalam laga lanjutan Serie A 2025/26. Insiden tersebut membuat pelatih La Cremo, Davide Nicola, menegaskan bahwa tindakan seperti ini seharusnya bisa dihentikan jika ada keseriusan dari semua pihak terkait.

Inter Milan meraih kemenangan 2-0 atas Cremonese pada pertandingan yang digelar di Stadion Giovanni Zini, Minggu (1/2). Dua gol kemenangan La Beneamata dicetak oleh Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski.

Namun, pertandingan tersebut sempat diwarnai insiden serius pada awal babak kedua. Dari tribune belakang gawang Cremonese, suporter Inter Milan melempar flare ke arah lapangan. Benda tersebut mengenai Emil Audero yang tengah menjaga gawang tim tuan rumah.

Baca Juga: Indonesia Lolos Semifinal Piala Asia Futsal 2026 Usai Kalahkan Vietnam

Penjaga gawang Timnas Indonesia itu mengalami luka di bagian kaki akibat lemparan flare. Tim medis Cremonese langsung memberikan perawatan di lapangan sebelum pertandingan kembali dilanjutkan. Setelah dinyatakan aman, Audero memilih tetap bermain hingga laga berakhir.

Aksi suporter tersebut menuai kecaman, termasuk dari CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, yang secara terbuka mengutuk tindakan pendukung klubnya. Beredar pula kabar bahwa pelaku pelempar flare mengalami cedera serius berupa putus tiga jari tangan.

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, mengaku sempat merasa cemas ketika melihat insiden tersebut dari pinggir lapangan. Namun, ia menghargai keputusan Emil Audero yang tetap ingin melanjutkan pertandingan.

Baca Juga: Tailfin HydroMount Solusi Cerdas Bagi Pengendara Sepeda Jarak Jauh yang Sering Haus

"Saya hanya melihat bagian akhir dan merasa takut karena saya pikir dia telah terkena lemparan, tetapi kemudian Emil merasa ingin terus melanjutkan. Saya menyukai sportivitas; dia melakukan apa yang dia rasakan dan dia benar untuk terus bermain," kata Nicola.

Nicola juga menyoroti persoalan budaya suporter dan penegakan aturan di sepak bola Italia. Menurutnya, kejadian seperti ini bukan hal baru dan seharusnya bisa dicegah jika ada kemauan bersama.

"Ini adalah insiden yang dapat diberantas jika kita mau, dan saya mengatakan hal itu terlepas dari siapa pun yang melakukannya. Beberapa hal adalah cerita lama, tidak ada yang mengenali dinamika tertentu," ucapnya.

"Saya meminta kepada pihak yang berwenang untuk meningkatkan budaya olahraga mereka dan memberikan solusi; saya bukan hakim bagi siapa pun," ia menambahkan.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Tags

Terkini

Napoli Kontrak Allegri 2 Tahun Gantikan Conte

Jumat, 29 Mei 2026 | 09:20 WIB

Lukaku Kesal dengan Media Italia yang Lebay

Rabu, 27 Mei 2026 | 08:10 WIB