SportlinkNews - AC Milan harus menerima hasil pahit saat menjamu Parma pada lanjutan Serie A Italia, Senin (23/2) dini hari WIB. Bermain di San Siro, Rossoneri takluk dengan skor tipis 0-1.
Gol tunggal dalam pertandingan ini lahir pada menit ke-80. Parma memaksimalkan satu peluang emas untuk memastikan tiga poin di kandang lawan.
Mariano Troilo menjadi penentu kemenangan tim tamu. Bek Parma itu mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan jarak dekat.
Baca Juga: Lakers Tersungkur dari Celtics, Worthy: Tidak Ada Semangat!
Gol tersebut bermula dari situasi sepak pojok. Parma menyiapkan pola khusus dengan menempatkan banyak pemain di area kotak kecil.
Bola hasil tendangan sudut diarahkan ke tiang jauh. Penumpukan pemain membuat lini pertahanan AC Milan kesulitan melakukan penjagaan.
Kiper AC Milan, Mike Maignan, tidak leluasa bergerak. Pandangannya tertutup dan ruangnya dibatasi oleh kepadatan pemain di depan gawang.
Baca Juga: UEFA Skors Prestianni Satu Laga Usai Dugaan Rasisme ke Vinicius Jr
Dalam situasi itu, Troilo berhasil menyambut bola tanpa kawalan berarti. Sundulannya tak mampu dihentikan dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Parma.
Skema ini mengingatkan pada pola bola mati Arsenal. Klub asal London tersebut dikenal efektif memaksimalkan situasi set piece musim ini.
Arsenal tercatat telah mencetak 19 gol dari bola mati. Pola penumpukan pemain di kotak kecil menjadi salah satu ciri khasnya.
Baca Juga: Revolusi Sport Science: AI Prediksi Kelelahan Pemain Muslim di Bulan Ramadan
Kemiripan strategi itu bukan kebetulan. Pelatih Parma, Carlos Cuesta, pernah menjadi asisten Mikel Arteta di Arsenal pada 2020 hingga 2025 dan bekerja sama dengan pelatih bola mati Nicolas Jover.
Cuesta menegaskan bola mati memang menjadi fokus utama timnya dalam latihan. Ia selalu melatih anak asuhnya untuk memaksimalkan situasi tersebut.